Home Nasional Jokowi Soal Cekcok karena Pilpres: Di Mana Ukhuwah Kita?

Jokowi Soal Cekcok karena Pilpres: Di Mana Ukhuwah Kita?

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Presiden Joko Widodo kembali menyinggung dampak Pilpres 2019 yang menurutnya sangat besar terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia. Jokowi mengatakan, saat mampir ke beberapa daerah, ia menemukan Pilpres 2019 membuat orang-orang saling bermusuhan.

“Dalam majelis taklim, satu majelis taklim tidak saling sapa karena beda pilihan presiden, loh loh loh loh,” kata Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah di Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur, Senin (3/12).

Padahal, kata Jokowi, kontestasi politik seperti pemilu adalah hal biasa dan tak perlu dilebih-lebihkan. Menurutnya kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia lebih berharga dari gelaran lima tahunan.

“Apakah kita akan berbeda apa tidak akan bersaudara lagi? Di mana ukhuwah kita?” ucap Jokowi.

Jokowi mengatakan, menjelang Pilpres 2019 fitnah dirasakannya juga semakin kejam. Ini terkait dengan semakin dikaitkan dirinya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Empat tahun saya diam, sabar, sabar, sabar. Tapi sekarang saya ngomong,” ucap Jokowi disambut tawa masyarakat Jakarta Timur.

Jokowi untuk sekian kali membantah tuduhan PKI yang lekat dengannya sejak Pilpres 2014. Menurutnya tuduhan itu tidak relevan karena PKI sudah dibubarkan 1965, sedangkan saat itu ia masih berusia 4 tahun.

Mantan Wali Kota Solo itu menyebut Indonesia adalah negara yang besar dari segi geografis dan juga keberagaman. Menurut dia tidak sepatutnya bangsa yanh besae dipecah belah dengan hoaks dan fitnah jelang Pilpres 2019.

Lima Ribu Sertifikat Tanah

Dalam kesempatan itu, Jokowi melanjutkan program pembagian sertifikat tanah kepada masyarakat. Jokowi membagikan 5.000 sertifikat tanah kepada warga di Jakarta Timur.

Jakarta Timur jadi kota ketiga di DKI Jakarta yang menjadi lokasi pembagian sertifikat tanah. Sebelumnya 5.000 lembar dibagikan di Jakarta Selatan dan 10 ribu lembar di Jakarta Utara.

Jokowi menyebut pembagian sertifikat tanah ini guna mencegah gesekan di masyarakat. Pembagian ini merupakan bagian dari target 7 juta sertifkat tanah pada 2018.

“Sengketa lahan di mana-mana karena seharusnya masyarakat sudah terima sertifikat ini ada 126 juta bidang tanah. Tapi yang baru diberikan ke rakyat sampai 2014 baru 46 juta,” ujar Jokowi. (Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here