Home Nasional Jokowi Sebut 2018 Pemerintah Masih Fokus Infrastruktur

Jokowi Sebut 2018 Pemerintah Masih Fokus Infrastruktur

0
SHARE

Matanurani, Bekasi– Selama hampir empat tahun pemerintahan sejak 2014, Presiden Joko Widodo memfokuskan pada pembangunan infrastruktur. Jokowi mengatakan, hingga 2018, anggaran yang dialokasikan masih seputar infrastruktur.

“Karena itu, anggaran pun kita fokus di infrastruktur. Tetapi, nanti mulai 2019, kita akan konsen ke babak kedua pembangunan SDM (sumber daya manusia),” ujar Jokowi, saat penyerahan sertifikat kompetensi pemagangan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, (27/12).

Meski saat ini masih fokus infrastruktur, Jokowi menegaskan, bukan berarti sektor sumber daya manusia dilupakan. Mulai kini dan 2018, Jokowi sudah meminta Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dakhiri untuk fokus.

Sebab, selesai pemerintah fokus infrastruktur, ia menginginkan langsung tancap gas fokus ke SDM. Maka untuk uji kompetensi dan sertifikasi, Jokowi meminta pada 2018, langsung digenjot hingga 1,4 juta dari yang saat ini hanya sekitar 50 ribu lebih.

“Infrastruktur nanti, mulai berkurang kita masuk ke pembangunan SDM secara besar-besaran. Memang butuh uang tidak sedikit, anggaran tidak sedikit, tetapi pembangunan SDM sebuah kekuatan kita dalam rangka bersaing berkompetisi dengan negara negara lain,” kata Jokowi.

Jokowi mengakui, mempersiapkan SDM memang harus dilakukan. Meskipun masih terbilang kalah dengan negara maju lainnya, tetapi ia yakin dengan SDM yang dimiliki Indonesia saat ini, bisa bersaing dengan negara negara maju tersebut.

“Kalau SDM, kita bisa kita upgrade kekuatan dengan kompetensi ketrampilan yang baik, inilah modal kuat kita untuk bisa bersaing dengan negara lain. Kita memiliki kemampuan untuk itu,” katanya.

Tahun 2040, lanjut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, Indonesia akan mengalami pertambahan penduduk produktif. Yakni, diperkirakan mencapai 195 juta jiwa.

Dengan jumlah itu, bisa menjadi kekuatan besar bagi bangsa Indonesia. Walau bisa juga menjadi masalah, kalau tidak dikelola dengan baik. “Kalau bisa kita menata, kita akan menjadi bangsa pemenang,” katanya. (Viv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here