Home Nasional Jokowi Minta Caleg Hanura Menyosialisasikan Capaian Pemerintah

Jokowi Minta Caleg Hanura Menyosialisasikan Capaian Pemerintah

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta para calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Hanura menyampaikan capaian pemerintahannya. Terutama dana desa yang setiap tahunnya bertambah.

Pada 2015, dana desa disalurkan sebesar Rp20,7 triliun kepada 74.093 desa. Meningkat di 2016, menjadi Rp47 triliun untuk 74.754 desa.

Pada 2017, jumlah dana desa bertambah kembali menjadi Rp60 triliun untuk 74.910 desa. Pada 2018 tetap Rp60 triliun kepada 74.957 desa. Dana itu rencananya ditingkatkan menjadi Rp85 triliun pada 2019.

“Tolong pas bertemu rakyat diingatkan. Uang yang telah digelontorkan ke daerah utamanya ke desa-desa itu sudah Rp187 triliun sampai 2018,” ujar Jokowi dalam sambutan di pembekalan caleg DPR dari Hanura di Hotel Discovery, Ancol, Jakarta Utara, Rabu, (7/11).

Selain dana desa, pemerintah sudah mengalihkan sejumlah dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program yang pro rakyat. Program tersebut yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Pemerintah, lanjut dia, juga menggencarkan pembangunan Infrastruktur. Jumlahnya tak sedikit. Pemerintah berencana menganggarkan sekitar Rp400 triliun untuk pembangunan infrastruktur pada 2019. Dia ingin hal itu diketahui masyarakat.

“Ini yang penting dan harus disampaikan pada rakyat. Apa yang sudah dikerjakan dan dilakukan,” ucap dia.

Jokowi juga meminta pendukungnya menjelaskan keberhasilan pemerintah mengambil sejumlah saham-saham dari tangan negara asing. Hal itu untuk menjawab tudingan dirinya sebagai antek asing.

Misalnya, Blok Mahakam yang sudah puluhan tahun dikelola oleh Jepang dan Perancis. Kini, blok itu 100 persen dikelola PT Pertamina (Persero). Hal serupa juga dilakukan kepada Blok Rokan yang sebelumnya dikuasai Chevron dari Amerika Serikat.

Terakhir, pemerintah berhasil merebut saham mayoritas dari PT Freeport Indonesia. Selama 40 tahun, Indonesia hanya memiliki saham sebesar 9 persen. Kini, Indonesia sudah memegang sebesar 51 persen.

“Sampaikan kalau ada yang tanya, Presiden Jokowi antek asing, jawabannya itu antek yang mana,” pungkas dia.(Met).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here