Home Nasional Jokowi-Ma’ruf Unggul di Medsos, TKN: Ini Jawaban Kritikan Masyarakat

Jokowi-Ma’ruf Unggul di Medsos, TKN: Ini Jawaban Kritikan Masyarakat

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Hasil riset Politicawave menyebutkan, pasangan calon presiden-wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin lebih unggul di media sosial, daripada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasiola (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arsul Sani mengatakan, survei Politicawave ini menjawab kritikan dari masyarakat yang menyebut Jokowi-Ma’ruf kalah dalam ranah media sosial dari Prabowo-Sandi. Kritikan dari masyarakat tersebut ditanggapi oleh TKN dengan cepat memperbaiki dan saat ini terlihat hasilnya.

“Nah tentu kami terima sebagai sebuah masukan karena faktualnya media sosial itu sebagai sarana ekspresi, termasuk kampanye untuk pemilu ya terlepas dari soal hoaks dan ujaran kebenciannya maka ya kami tingkatkan juga performance kami,” kata Arsul di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat, (8/2).

Arsul mengatakan, dengan hasil yang disebutkan oleh Politicawave, TKN tidak kaget. Karena dari internal TKN sendiri telah mengetahui terkait elektabilitas Jokowi-Ma’ruf di ranah media sosial. Internal TKN memiliki tim yang khusus memantau media sosial detik demi detik.

Menurut Arsul, tidak ada strategi khusus untuk mendongkrak popularitas Jokowi di Media sosial. Sebab, Jokowi merupakan seorang calon petahana dan hampir seluruhnya mengenal Jokowi.

Namun saat ini, media sosial lebih digunakan TKN bukan untuk menaikkan popularitas. Tetapi lebih untuk menangkal hoaks yang menyerang pasangan calon 01.

“Justru media sosial itu kami pergunakan untuk mengimbangi hoaks ujaran kebencian dan fitnah selama ini ditujukan atau dilabelkan kepada pak Jokowi itu lebih banyak itu,” kata Arsul.

Arsul tak memungkiri ada dari pendukung Jokowi-Ma’ruf yang juga melakukan hal serupa. Lantaran itu, pihaknya menggunakan media sosial untuk mengedukasi masyarakat agar berkampanye secara baik.

“Tetapi kalau kita lihat misalnya kami saat ini fokus membuat meme-meme dan alhamdulillah apa itu yang kami yakini memberikan pencerahan kepada masyarakat karena juga ada dukungan juga dari media arus utama,” ujarnya.

Menurut Arsul, memberikan pencerahan dan menangkal hoax dianggap cukup efektif. Adanya pemberitaan media arus utama juga dapat memberikan edukasi ke masyarakat mana berita benar dan bohong.

Dia melihat di beberapa media arus utama menyampaikan soal isu impor pangan, khususnya impor beras dengan perbandingan sejak zaman Presiden Soeharto, Presiden Megawati, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo.

“Nah ini yang bagus. Masyarakat kita kan kalau dikasih uraian berita yang panjang kan males baca yang paling seneng kan kalau dikasih meme aja kan kemudian memberikan kata singkat di sana,” ujarnya. (Viv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here