Home Nasional Jokowi: KUR Jangan Dipakai Beli Motor

Jokowi: KUR Jangan Dipakai Beli Motor

0
SHARE

Matanurani, Garut – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober-Maret 2017/2019 dan Kewirausahaan Pertanian. Dalam kegiatan tersebut Jokowi sempat ngobrol dengan sejumlah petani di Desa Cisaat, Leuwigoong, Garut, di pinggir sawah.

Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Presiden kemudian meninjau produk-produk petani yang telah dipasarkan melalui Bumdes Shop, BUMN Shop, dan Perta Shop.

Setelah meninjau pameran produk, Jokowi kemudian menuju tepian sawah, berjongkok di pematang, lalu mengobrol dengan petani yang sedang bertanam padi.
Selama sekitar 10 menit, Jokowi berinteraksi dengan para petani, ia kemudian menyampaikan pidato dan pesan-pesan agar petani bisa mengembangkan diri melalui kewirausahaan pertanian.

Presiden saat berpidato juga memanggil dua petani yakni satu orang petani yang telah mendapatkan KUR dan seorang lainnya adalah petani yang baru akan mengakses KUR.

Asep, warga Kampung Muara Hilir berkesempatan untuk maju dan mengaku sudah mendapatkan KUR sebesar Rp 3 juta.

Jokowi menanyakan peruntukan dana tersebut, dan Asep menjawab seluruhnya digunakan untuk kepentingan produksi pertanian.

“Kalau dapat KUR, saya titip ya, jangan dipakai pinjaman KUR untuk beli baju, beli jaket, atau motor. Hati-hati, enggak bisa mengembalikan. Pinjam KUR itu gunakan seluruhnya untuk menutup biaya-biaya ongkos produksi. Seperti tadi yang disampaikan Pak Asep, bisa untuk ongkos tanam pekerja, bisa untuk beli pupuk, bisa untuk beli bibit,” katanya.

Asep mengaku saat musim panen yakin bisa mengembalikan pinjaman itu karena biasanya mendapat Rp10 juta dari hasil tanam padinya.

Sementara warga lain Eli Yulianti juga berkesempatan berdialog dengan Presiden. Meski belum mendapatkan pinjaman, ia ingin mengakses KUR sebesar Rp 5 juta untuk kepentingan mengolah sawah.

Presiden berpesan kepada para petani agar mengkalkulasi dengan matang saat akan meminjam uang ke bank.

“Saya titip seluruh petani, kalau mau pinjam ke bank tolong kita sudah punya itung-itungan. Saya titip, satu saja, kalau mau pinjam ke bank tolong dihitung dan penggunaannya jangan keluar dari ongkos-ongkos yang berkaitan dengan sawah dan padi yang mau kita tanam,” katanya.

Apalagi ia melihat di Kabupaten Garut menurut dia banyak kesempatan yang bisa digali. “Bisa tanam padi, bisa tanam jagung, tadi saya lihat juga ada yang menanam jeruk dan berhasil. Saya kira bagus sekali. Tanaman itu tidak harus hanya padi saja,” katanya.(Ini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here