Home Nasional Jokowi: Jangan Lagi Teriak Ada 1% Warga Menguasai Lahan

Jokowi: Jangan Lagi Teriak Ada 1% Warga Menguasai Lahan

0
SHARE

Matanurani, Bandung – Calon Presiden Joko Widodo menyentil pihak-pihak yang sering mengkritisi penguasaan lahan oleh segelintir orang. Mantan wali kota Surakarta itu menilai, mereka yang mempersoalkan ini justru memiliki lahan yang sangat luas.

Sindiran ini diungkapkan Joko Widodo saat menerima dukungan dari alumni perguruan tinggi dan SMA se-Jawa Barat, di Monumen Perjuangan, Bandung, Minggu (10/3).

Acara ini dihadiri juga anggota Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin seperti Usman Kansong, Maman Imanulhaq, Abdul Kadir Karding, dan Moeldoko.

Bahkan, kata dia, di antara pengkritiknya itu terdapat tokoh yang memiliki lahan seluas hampir lima kali lipat luas DKI Jakarta.

“Jangan lagi teriak-teriak ada 1% warga yang menguasai lahan. Tapi dia sendiri punya,” kata Joko Widodo di hadapan 20 ribuan massa yang hadir.

Joko Widodo menegaskan, selama ini dirinya berkomitmen dalam menciptakan kebijakan prorakyat. Salah satunya melalui reforma agraria yang sudah diberlakukan selama lima tahun kepemimpinannya bersama Jusuf Kalla.

Bukti keberpihakannya ke masyarakat terlihat dari penyerahan sertifikat tanah kepada warga yang sudah mencapai 16 juta hektare.

“Sertifikat juga diberikan ke koperasi, pesantren, nelayan, petani sudah 2,6 juta hektare selama empat tahun,” katanya seraya menyebut pemerintahannya saat ini pun sudah memberikan konsensi hutan kepada penduduk setempat.

Meski begitu, dia menyebut penyerahan hak guna usaha (HGU) kepada korporasi tidak menyalahi aturan selama bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Memberikan konsensi ke perusahaan enggak apa, legal-legal saja. Tapi harus produktif, harus memberikan manfaat ke negara, harus memberi manfaat ke rakyat,” katanya.

Lebih lanjut, Joko Widodo pun menyentil pihak-pihak yang selama ini menyampaikan pesan-pesan pesimis ke masyarakat. Padahal, menurutnya Indonesia memiliki potensi yang besar untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

“Saya meyakini, dengan optimisme, bukan dengan pesimisme, kita bersama-sama membawa negara ini maju. Jangan sampai ada yang teriak-teriak pesimisme lagi,” katanya. (Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here