Home Nasional Inilah Ucapan Reflektif Selamat Lebaran 2019 dari Para Kepala Negara

Inilah Ucapan Reflektif Selamat Lebaran 2019 dari Para Kepala Negara

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Idul Fitri menyimpan makna penting bagi umat Muslim seluruh dunia, sebagai perayaan kemenangan iman setelah sebulan lamanya belajar menahan nafsu, lapar, serta dahaga. Dalam  kesempatan ini pula, para umat Islam menyempurnakan relasi vertikal dengan sang pencipta, dan secara horizontal membangun hubungan sosial yang baik.  Saling memohon maaf agar salah dan khilaf diampuni, sehingga mereka bisa kembali  suci.

Bagi para kepala negara, Lebaran 2019atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah ini juga menjadi salah satu momentum untuk menyuarakan hal positif bagi para warganya, bahkan bagi negara lain sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan.

Dikutip dari kantor berita Antara, inilah pandangan, imbauan, serta ajakan para kepala negara:

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengajak warganya menjadikan Idul Fitri sebagai ajang mempererat kembali persatuan dan persaudaraan sebagai sebuah bangsa.

“Dengan hati yang fitri pula, mari bersama membangun bangsa Indonesia yang lebih baik, lebih maju, lebih adil, dan lebih makmur,” papar Presiden NKRI Joko Widodo dalam video ucapan Lebaran 2019 yang diunggah ke akun Twitter @jokowi.

Tidak lupa, Pak Presiden juga mengucapkan selamat jalan dan selamat sampai tujuan, kepada pemudik yang menjalankan tradisi pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahim dengan keluarga.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan Idul Fitri adalah puncak bulan suci Ramadan, mengajak manusia beriman kepada nilai-nilai spiritual dan moral Islam yang tinggi, kepada tradisi dan adat nenek moyang sendiri.

Melalui pesan yang ditautkan di akun Twitter Kedutaan Besar Rusia di Indonesia @RusEmbJakarta, Vladimir Putin menyebutkan nilai-nilai Islam mendorong kebaikan dan kasih sayang, dan merawat mereka yang membutuhkan bantuan dan dukungan.

“Dengan kepuasan mendalam, saya ingin mencatat bahwa organisasi-organisasi Muslim memberikan kontribusi terhormat untuk pengembangan dialog antaragama dan antaretnis, dan persatuan masyarakat Rusia,” demikiam dinyatakan Vladimir Putin dalam pesan Lebaran kepada para Muslim Rusia.

Senada, Lebaran juga dilihat sebagai kesempatan untuk menunjukkan nilai-nilai Islam yang terbaik di Kanada.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dalam video yang diunggah di akun Twitter @JustinTrudeau menyatakan bahwa komitmen pemerintahnya untuk selalu mendukung komunitas muslim Kanada, dan terus berjuang melawan Islamofobia dan kebencian dalam segala bentuk.

Menandai akhir Ramadan yang digunakan untuk berpuasa dan refleksi spiritual, Idul Fitri adalah waktu bagi sebuah perayaan.

“Dan ini adalah kesempatan untuk menghormati nilai-nilai utama Islam, mulai dari pelayanan dan kemurahan hati, hingga kedamaian dan kasih sayang,” tandas Justin Trudeau.

Lantas dari Britania Raya, Perdana Menteri Inggris Theresa May melihat bahwa Ramadan memiliki nilai-nilai terbaik dalam menyatukan bangsanya yaitu toleransi, rasa hormat, dan ketidakegoisan.

“Tidak ada tempat di masyarakat kita untuk ideologi keji yang menghasut kebencian dan ketakutan, dan saya mendukung muslim di Inggris dan di seluruh dunia melawan mereka yang berusaha menghancurkan nilai-nilai kita,” ungkap Theresa May dalam pesan lewat akun Twitter @theresa_may.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut mengungkapkan tentang salam damai. Menurutnya, Idul Fitri memberikan kesempatan bagi umat Muslim, di Amerika Serikat dan di seluruh dunia, untuk memperbarui komitmen mereka dalam membantu sesama yang kurang beruntung, memperkuat iman mereka kepada Tuhan, serta memahami ibadah orang lain.

“Kami berharap libur Lebaran membawa sukacita dan kedamaian bagi semua yang merayakannya, dan kami berdoa agar komunitas di seluruh dunia merasakan berkat kasih, pengampunan, dan niat baik Tuhan yang berlimpah,” demikian ungkap Donald Trump dalam pesan resmi yang dirilis via White House.

Kemudian, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mendoakan mereka, “Yang tahun ini tidak bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang bersama keluarga akibat perang, kekerasan, atau sedang berada dalam pengungsian atau pelarian.”

Lantas, Duta Besar Australia untuk Indonesia Gary Quinlan, menyebut Ramadan sebagai masa yang sangat mengesankan, karena manusia bisa lebih berefleksi untuk memikirkan amal kebaikan, komunitas, dan keluarganya.

“Ini adalah hadiah dari Islam untuk kita semua, tidak hanya untuk komunitas Muslim, namun dari komunitas Muslim untuk kita semua,” ujar Gary Quinlan via video yang diunggah di akun Twitternya.

Ucapan Idul Fitri 1440 Hijriah juga disampaikan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri Uni Emirat Arab Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri India Narendra Modi, serta Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar.

PM Narendra Modi berharap, “Di hari istimewa ini mampu menyalakan semangat keselarasan, kasih sayang, dan kedamaian dan masyarakat kita.”

Dan Anil Kumar Nayar menyebutkan, “Walaupun kita satu sama lain memiliki tradisi, kepercayaan, dan budaya berbeda, namun, kita saling berbagi semangat Idul Fitri yakni kebaikan, rasa syukur, dan saling memaafkan.”

Minal Aidin wal Faidzin kepada Pembaca matanurani.com yang merayakan Lebaran 2019 atau Idul Fitri 1440 Hijriah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here