Home Nasional Hujan Investasi bagi Startup Teknologi

Hujan Investasi bagi Startup Teknologi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Pada 2018, Rp5,7 kuadriliun (US$407 miliar) telah digelontorkan untuk mendanai startup teknologi. Angka ini dikumpulkan dari 23 ribu kesepakatan pemberian investasi pada startup di seluruh dunia. Dana ini digelontorkan untuk 21 ribu perusahaan startup teknologi di 131 negara. Angka ini naik 23,3 persen dari 2017. Menandakan antusiasme investor menggelontorkan dana ke startup makin tinggi.

Menurut data yang dikumpulkan YoStartup, dari total pendanaan itu, hampir 40 persen disalurkan ke perusahaan di Amerika Serikat (38,57 persen) sebesar USRp2,2 kuadriliun (US$157,03 miliar). Sementara dana yang digelontorkan untuk startup Asia Tenggara hanya sekitar sepersepuluh dari investasi di AS sebesar Rp225,3 triliun (US$15,9 miliar).

Angka berbeda ditunjukkan Cento Venture Capital. Laporan pemodal ventura ini menunjukkan pendanaan yang terjadi di Asia Tenggara pada 2018 sebesar US$11 miliar. Sebanyak 70 persen pendanaan itu masuk ke Indonesia.

Berarti sekitar US$7,7 miliar masuk kantong startup Indonesia. Angka investasi sektor startup teknologi ini menyumbang setidaknya sekitar seperempat dari total investasi di Indonesia. Menurut data BKPM, total investasi di Indonesia pada 2018 mencapai US$29,3 miliar.

Investasi yang luar biasa besar ini menurut Strategic Communications Manager, Alpha JWC Ventures Adelia Anjani Putri sengaja digelontorkan agar startup bisa bertumbuh dengan cepat atau diistilahkan dengan hypergrowth.

“Tumbuh secara eksponensial dalam waktu singkat. Untuk melakukan itu, butuh pendanaan yang signifikan. Ini yang membuat bisnis konvensional dan startup berbeda,” kata Adelia, Jumat (4/10).

Perkembangan inilah yang dijadikan fokus oleh para startup, bukan keuntungan jangka pendek. Oleh karena itu dibutuhkan dana yang besar untuk terus-terusan berkembang.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa fokus perkembangan tersebut tertuang dalam ekspansi, penambahan talent, hingga perbaikan sistem atau jaringan startup.

“Kami sebagai investor menyediakan pendanaan yang cukup bagi mereka untuk mencapai target tersebut, disertai support (dukungan) lainnya, seperti strategi bisnis, rekrutmen, komunikasi, dan lain-lain,” katanya.

Dalam wawancara dengan First Round, mentor dari berbagai startupdi AS Khalid Halim menyatakan perusaaan startup teknologi tumbuh secara eksponensial. Pertumbuhan yang tidak linier inilah yang dicari.

“Perusahaan bisa berkembang eksponensial. Khususnya pada perusahaan teknologi, suatu hari kamu bisa melayani 100 orang sehari dan sejuta pada tahun berikutnya.”

Syarat mendapatkan pendanaan dari VC memang berbeda-beda di setiap sektor industri. Akan tetapi, benang merahnya adalah VC mencari startupyang mampu berkembang sebagai pemimpin pasar.

Namun Adelia menjelaskan, perusahaan yang berpotensi hypergrowth inilah yang diincar perusahaan pemodal ventura miliknya untuk diinvestasi.

“Intinya kami melihat seberapa besar peluang startup tersebut untuk berkembang ke depannya, seperti apakah mungkin mereka menjadi market leader,” katanya.

VC juga melihat kualitas tim startup untuk menjadi tolak ukur sebelum melakukan pendanaan. Adelia menjelaskan tolak ukur ini akan dijadikan VC sebagai pertimbangan sebelum melakukan kerja sama. Pasalnya VC juga dipastikan harus bertukar pikiran dengan tim startupitu.

“Kami juga melihat kemampuan pendiri dan tim untuk mewujudkan visi mereka. Kami memperhatikan pengalaman para pendiri startup, komitmen dan visi mereka, sebelum memutuskan untuk bekerja sama dengan mereka,” katanya.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here