Home Nasional Harga Beras RI 2 Kali Lebih Mahal Dibanding Internasional

Harga Beras RI 2 Kali Lebih Mahal Dibanding Internasional

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemerintah berupaya menjaga harga beras sebagai salah satu komoditas strategis dalam rangka pengendalian inflasi. Faktanya, harga jual beras di tingkat grosir di Indonesia lebih mahal hampir dua kali lipat dibanding harga internasional.

Demikian disampaikan Pengamat Pertanian dari Institute for Development Economics and Finance (INDEF), Bustanul Arifin saat diskusi Beras Jadi Komoditas Strategis di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (9/9).

“Harga beras kita 1,7 kalinya dibanding harga internasional. Itu besar lo,” tegasnya.

Harga internasional untuk komoditi beras ini, sambung Bustanul, dihitung bukan dari Vietnam, melainkan dengan Thailand 15 persen broken. Artinya di tingkat petani 15 persen harga grosir Thailand.

“Harga internasional di tingkat grosir terakhir kali sekitar Rp 5.200 per kilogram (kg), tapi kita mencapai Rp 9.100 per kg. Bahkan harga ecerannya Rp 13.000 per kg,” ia menerangkan.

Menurutnya, pemerintah khawatir dengan perbedaan harga jual beras di tingkat grosir sampai dua kali lipatnya ini. Pasalnya jika harga beras melonjak, maka orang-orang miskin terpengaruh.

Untuk diketahui, karena keterlambatan penyaluran beras rakyat sejahtera (rastra) awal bulan lalu saja telah menyebabkan jumlah orang miskin bertambah 6.900 orang.

“Beras kan jadi kontributor terbesar pada angka kemiskinan, rata-rata 23 persen. Bahkan di desa mencapai 26 persen. Harga beras terhadap tingkat kemiskinan sensitif, naik sedikit orang miskin bisa bertambah. Jadi pemerintah memang khawatir,” terang Bustanul.

Bustanul memperkirakan harga jual beras di Indonesia yang lebih mahal dibanding negara lain ini akibat pasokan yang bermasalah. “Ada stok sedikit karena cuaca atau hama wereng, bahaya dong. Seandainya supply cukup, harga tidak akan naik setinggi, jadi jangan lupa meningkatkan produksi karena stabilisasi harga beras tergantung dari produksi dan stok,” ucapnya.

Untuk menjaga stabilitas harga beras, Bustanul mengungkapkan, pemerintah melakukan berbagai upaya, seperti menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. “Kalau produksi dan stok beras aman, kita tidak harus sampai bikin HET,” pungkasnya.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here