Home Nasional Forbes Sebut Ekonomi Digital Bisa Sulap Indonesia Jadi Macan Asia

Forbes Sebut Ekonomi Digital Bisa Sulap Indonesia Jadi Macan Asia

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Pertumbuhan ekonomi digital yang pesat diyakini dapat membuat Indonesia menjadi macan Asia.

Hal itu disampaikan Elad Natanson, kontributor Forbes dan salah satu pendiri platform distribusi dan monetisasi aplikasi Appnext. Dalam artikelnya di Forbes, yang dikutip Bisnis, Minggu (26/5), dia mengatakan dalam beberapa dekade terakhir, Hong Kong, Singapura, Korea Selatan (Korsel), dan Taiwan sudah menjelma menjadi macan di Asia.

Negara-negara itu mendapat sokongan dari perkembangan industri, perdagangan, dan finansial yang pesat. Bahkan, Hong Kong dan Singapura berhasil menjadi dua hub finansial dunia sedangkan Korsel dan Taiwan unggul di bidang industri.

Dalam kasus Indonesia, ekonomi digital diproyeksi mampu menyulap negara ini untuk sejajar dengan empat negara tadi. Apalagi, Indonesia sudah punya beberapa unicorn, seperti Tokopedia, Traveloka, dan Go-Jek.

Menurut Natanson, ada beberapa faktor yang bisa mendukung pertumbuhan Indonesia.

Pertama, usia penduduk Indonesia relatif muda, dengan rata-rata usia 29 tahun. Ditambah lagi, sebanyak 60 persen populasi berusia di bawah 40 tahun.

Kedua, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Saat ini, ada 150 juta pengguna internet dan 95 persen di antaranya, setara dengan 142 juta orang, menggunakan internet lewat ponsel.

Ketiga, sebanyak 60 persen penduduk dewasa di Indonesia memiliki smartphone.

“Penduduk Indonesia menghabiskan 206 menit sehari di media sosial, dibandingkan dengan rata-rata global yang sebesar 124 menit. Platform utama seperti Youtube, Whatsapp, dan Facebook digunakan oleh lebih dari 80 persen warga yang online,” sebutnya.

Hal ini membuat penduduk Indonesia menjadi sangat dekat dengan digital.

Terlebih lagi, sebanyak 76 persen pengguna internet di Indonesia melakukan transaksi pembelian menggunakan ponsel. Ini adalah angka tertinggi transaksi e-commerce di seluruh dunia.

Tak hanya e-commerce, gim online, iklan, layanan musik dan video berlangganan, layanan online travel, serta ride-hailing dan pengantaran makanan menambah besar potensi yang ada.

Natanson mengutip laporan Google dan Temasek yang dirlis tahun lalu, yang menyatakan bahwa “kepulauan digital” Indonesia menyasar semua sektor.

“Dengan didukung oleh jumlah pengguna internet terbesar di kawasan (150 juta pengguna pada 2018), Indonesia mempunyai ekonomi internet terbesar (US$27 miliar pada 2018) dan yang paling cepat tumbuh (49 persen CAGR 2015-2018). Dengan ruang yang besar di semua sektor, ekonomi digital bisa tumbuh menjadi US$100 miliar pada 2025, mencakup US$4 dari setiap transaksi sebesar US$10 di kawasan,” demikian papar laporan tersebut.

Natanson juga mengutip laporan salah satu perusahaan modal ventura yang mengatakan bahwa kesempatan berinvestasi di Indonesia sekarang bisa disamakan dengan kondisi di China pada 2008. Dalam 4 tahun terakhir, sudah ada dana sebesar US$6 miliar yang masuk untuk investasi di ekonomi digital Indonesia.(Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here