Home Nasional Ekonomi Jadi Raksasa ke-15 Dunia, Pendapatan Rata-rata Orang RI Masih Kecil

Ekonomi Jadi Raksasa ke-15 Dunia, Pendapatan Rata-rata Orang RI Masih Kecil

0
SHARE
Kepala BPS Suhariyanto

Matanurani, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sudah menembus US$ 1 triliun per tahun. Ekonomi Indonesia kini menempati urutan ke-15 raksasa dunia atau G20 dan masuk dalam kelompok trillion dollar club.

Kepala BPS, Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan nilai PDB pada tahun-tahun mendatang. Bahkan prediksinya ekonomi Indonesia akan bercokol nomor lima terbesar di dunia pada 2030 dengan nilai PDB US$ 5,42 triliun.

“Potensi PDB kita besar sekali, makanya kita masuk G20. Ke depan akan naik terus nilai PDB dari tahun ke tahun, apalagi kalau kita bisa memacu sektor ekonomi khusus. Seluruh sektor bergerak, itu sangat bagus,” kata dia di kantornya, Jakarta, Kamis (1/3).

Untuk diketahui, PricewaterhouseCoopers (PwC), perusahaan penyedia jasa profesional terkemuka yang melakukan serangkaian analisa kekuatan ekonomi negara-negara dunia di masa depan, termasuk Indonesia. PwC menempatkan Indonesia sebagai negara perekonomian terbesar ke-5 dunia dengan nilai PDB mencapai US$ 5,42 triliun di 2030.

“Ancang-ancangnya memang ke sana sana (nomor lima) karena kita kan negara besar,” Kecuk mengatakan.

Namun, kata Kecuk, kenaikan ekonomi atau PDB Indonesia tersebut tidak diiringi dengan peningkatan pendapatan per kapita secara signifikan. Dari data BPS, pendapatan per kapita atau rata-rata orang Indonesia pada 2016 tercatat sebesar Rp 47,96 juta per tahun atau mendekati Rp 4 juta per bulan.

“Yang perlu diperhatikan tidak hanya total PDB, tapi juga pendapatan per kapita dan kualitas dari pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Lebih jauh sambung dia, pendapatan per kapita dipengaruhi oleh jumlah penduduk. Basis penduduk Indonesia saat ini sekitar lebih dari 260 juta.

Pendapatan per kapita bisa naik signifikan apabila pertambahan jumlah penduduk tidak terlampau tinggi, namun diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pendapatan per kapita kita masih kecil karena jumlah penduduk kita kan besar. Jumlah penduduk yang mempengaruhi adalah tingkat kelahiran, jadi harus dibatasi. Kualitas sumber daya manusia dan banyak hal harus dibenari. Kalau mau PDB naik, pendapatan per kapita naik, ya produktivitas ditingkatkan,” tegas dia.

Terpenting dalam pembangunan ekonomi, menurut Kecuk adalah memperhatikan pembangunan manusia, kualitas dari pertumbuhan ekonomi, kesehatan, dan lainnya. “Karena itu semua saling terkait dan tidak bisa lepas sendiri-sendiri,” tutur Kecuk.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pernah memprediksi ekonomi Indonesia bisa berada menempati posisi lima besar dunia pada 2045 dengan nilai PDB mencapai US$ 9,1 triliun dan pendapatan per kapita mencapai US$ 29.300. Itu akan setara dengan negara Korea Selatan, Italia, dan Spanyol. (Lip).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here