Home Nasional Ekonom Ingin Jokowi dan Prabowo Gaet Millenial Masuk ke Sektor Pertanian

Ekonom Ingin Jokowi dan Prabowo Gaet Millenial Masuk ke Sektor Pertanian

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan kedua calon presiden RI yaitu Jokowi Dodo dan Prabowo Subianto harus mampu membuat kaum millenial tertarik masuk ke sektor pertanian.

Hal itu bukan tanpa alasan. Mengingat saat ini infrastruktur untuk menunjang pertanian seperti pembangunan bendungan, irigasi hingga embung sudah banyak dibangun oleh pemerintah.

“Millenial makin malas masuk ke sektor pertanian dan industri dan inilah yang harus dijawab oleh Pak Jokowi maupun Pak Prabowo,” kata Bhima dalam sebuah acara diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1).

Bhima menjelaskan saat ini infrastruktur untuk mendorong sektor pertanian sudah mulai memadai. Namun kenyataannya, petani di Indonesia tidak mengalami regenerasi.

“Bikin bendungan, bikin irigasi, belum termasuk dana desa untuk bikin jalan desa. Sementara rata-rata petani di Indonesia itu umurnya lebih dari 45 tahun, jadi millenial tidak menguasai sektor pertanian. Ada infrastruktur sudah dibangun, kalau petaninya generasi X, yang jadi pertanyaan ngaruh tidak nanti sektor pertanian untuk millenial?,” ujarnya.

Bhima mengatakan harus ada pendekatan khusus kepada millenial agar tertarik untuk masuk sektor pertanian dibanding memilih merantau ke kota besar untuk bekerja di perusahaan.

“Infrastruktur terus dibangun di pedesaan, millenialnya dipaksa untuk balik dari kota, justru harus balik ke sektor pertanian,” ujarnya.

Bhima mengungkapkan saat ini ada fenomena baru dimana millenial lebih tertarik masuk ke sektor start up seiring kemajuan jaman. Sayangnya, baru beberapa start up yang bergerak di sektor pertanian.

“Hampir 90 persen start up masuk sektor jasa, kurang dari 10 persen yang bener-bener ingin revitalisasi sektor pertanian. Hanya satu dua start up sektor pertanian, lainnya adalah e-commerce dan fintech yang lebih basis perkotaan yang internetnya relatif lebih cepat,” tutupnya.(Mer).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here