Home Nasional Efektivitas Mesin Partai Koalisi Belum Dongkrak Elektoral Capres

Efektivitas Mesin Partai Koalisi Belum Dongkrak Elektoral Capres

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemilu seretak yang dilaksanakan untuk pertama kalinya dinilai menyisakan dilema yang membuat sebagian besar partai politik peserta Pemilu 2019 pusing tujuh keliling.

Pemilihan presiden dan anggota legislatif yang dilaksanakan secara serentak membawa dampak politik yang dikenal dengan istilah coattail effect.

Istilah ini bisa dimaknai sebagai karakteristik elektoral adanya pengaruh kuat dari seorang kandidat presiden yang dicalonkan terhadap elektabilitas partai pengusungnya. Efek dongkrak elektabilitas partai ketika calon yang diajukan memiliki elektabilitas tinggi.

“Pemilu serentak juga menjadi misteri, pemilu yang paling rumit dalam sejarah, di mana ada lima kertas suara yang bakal dicoblos rakyat di bilik suara, apakah akan terjadi fenomena “split ticket voting” fenomena pembelahan dukungan pilihan, tidak tegak lurusnya antara pilihan calon presiden dengan partai dan caleg,” kata Analis Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Kamis (7/3) kemarin.

Berdasarkan data, kata dia, pada pemilu 2004, pemenang pemilu adalah Golkar sebesar 21,58% dan PDIP 18,53%, sementara presentasi suara Demokrat hanya 7,45%. Namun Demokrat berhasil mengantarkan SBY terpilih menjadi presiden pertama kalinya dipilih secara langsung oleh rakyat pada pilpres 2004.

Demokrat hanya lima besar dan bukan pemenang pemilu pada waktu itu bisa memenangkan pemilihan presiden karena terjadinya “split ticket voting”. Tidak tegak lurusnya pilihan partai dengan magnet elektoral aktor yang bertanding (figur) disebabkan pembelahan dukungan di tingkat grassroot/basis dukungan PDIP dan Golkar akibat dari kesetian pemilih cair karena masih lemahnya partai ID di Indonesia.

Menurut Pangi, situasi ini tentu akan menjadi masalah tersendiri bagi partai yang tergabung dalam koalisi yang bukan merupakan partai asal sang calon presiden.

“Namun partai-partai anggota koalisi masih punya jalan keluar, mereka harus membangun asosiasi yang kuat terhadap sang kandidat untuk memaksimalkan dukungan terhadap partainya, namun ini bukan pekerjaaan mudah,” tutur Pangi.(Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here