Home Nasional Dua Paslon Setuju Ada Kisi-Kisi Debat

Dua Paslon Setuju Ada Kisi-Kisi Debat

0
SHARE
Ketua KPU Arief Budiman (ketiga kanan) bersama Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik (kedua kanan), Kepala Biro Teknis KPU Nur Syarifah (kanan), Komisioner KPU Wahyu Setiawan (ketiga kiri), Hasyim Asyari (kedua kiri) dan Anggota Bawaslu Rahmat Bagja (kiri) mengikuti pengundian dan penetapan penyiaran debat pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (26/12/2018)

Matanurani, Jakarta – Komisioner KPU Pramono  Tanthowi menjelaskan pembagian kisi-kisi debat kepada pasangan calon presiden-wakil presiden sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

Hal itu, untuk mengembalikan debat kepada khittahnya, yakni sebagai salah satu metode kampanye yang diatur oleh UU. ”Dan timses kedua Paslon setuju dengan format seperti ini untuk memberikan kisi-kisi soal kepada paslon seminggu sebelum debat kandidat,” ucap Pramono dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (6/1).

Kata Pramono, kampanye sendiri menurut UU Pemilu adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program dan/atau citra diri peserta pemilu. Dengan memberikan soal sebelummya, ujar Pramono, maka gagasan yang disampaikan oleh pasangan calon bisa lebih diuraikan dengan jelas dan utuh. “Baik apa visinya jika terpilih, apa misinya untuk membangun bangsa, dan apa programnya untuk mengatasi berbagai masalah rakyat. Sehingga publik bisa memberikan penilaian bukan berdasarkan informasi yang sepotong-sepotong,” jelasnya.

Dengan demikian, ungkap Pramono, yang dikedepankan adalah penyampaian gagasannya, bukan pertunjukan atau shownya. “Lagi pula debat kandidat bukanlah acara kuis atau reality show yang penuh tebak-tebakan. Karena bukan itu substansinya. Toh, yang lebih dibutuhkan pemilih adalah gagasannya, visi-misinya. Bukan shownya,” ujarnya.

Namun, katanya, bukan berarti KPU sama sekali mengabaikan aspek show tersebut. Karena bagaimana pun, debat kandidat adalah kegiatan yang disiarkan secara luas oleh stasiun TV. “Karena itu, maka soal-soal yang diberikan tidak sepenuhnya terbuka. KPU mengkombinasikan metode setengah terbuka dan tertutup,” terangnya.

Untuk setiap segmen, ucap Pramono, KPU menggunakan metode setengah tertutup, di mana masing-masinh Paslon diberikan lima soal yang sama. Dan masing-masing paslon akan diundi untuk mengambil salah satu di antara lima soal itu.

“Jadi bukan dikasih tahu seminggu sebelumnya. untuk soal yang pasti akan ditanyakan dalam debat. Karena itu maka setiap Paslon harus tetap menyiapkan diri dengan serius. Karena mereka tidak tahu, soal yang mana yang harus mereka jawab. Dan metode ini akan dilakukan untuk beberapa segmen,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Pramono, dalam salah satu segmen KPU juga menerapkan metode pertanyaan tertutup, di mana antar-paslon bisa saling mengajukan pertanyaan. “Tentu pertanyaan yang sifatnya rahasia. Namun tidak boleh keluar dari tema utama, yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme,” bebernya. (Ind).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here