Home Nasional DPR Tunggu Nyali KPPU Ungkap Kasus Monopoli Trader Gas Sumut

DPR Tunggu Nyali KPPU Ungkap Kasus Monopoli Trader Gas Sumut

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tunggu nyali Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dalam mengungkap kasus monopoli harga oleh pemegang kuota gas yang tidak memiliki infrastruktur atau biasa dikenal trader di Sumatera Utara.

Saat ini sidang kasus monopoli harga gas di Medan memasuki babak baru. Usai tak menemukan bukti adanya praktik monopoli yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), kini majelis hakim Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mulai membidik tindak-tanduk sejumlah perusahaan trader.

Jika dilihat harga jual gas industri di Medan memang saat ini masih terbilang tinggi pada level USD9,5 per mmbtu.

Menurut Anggota Komisi VI DPR Siti Mukaromah, KPPU haru berani mengungkap pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam struktur pembentukan tingginya harga gas di Medan. Oleh karena itu dia berharap majelis hakim KPPU secara komprehensif dan objektif mengumpulkan fakta dan saksi-saksi dalam persidangan lanjutan.

“Jika berhasil hal ini akan menjadi preseden yang positif bagi kinerja KPPU. Terlebih belakangan banyak pihak menyoroti objektivitas lembaga ini mulai dari dugaan praktik monopoli di beberapa harga komoditas,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/9).

Menurut dia, pengungkapan fakta-fakta di persidangan diyakini akan menjelaskan posisi dan peran PGN di dalam penjualan gas bumi di Indonesia. Di mana dalam menjalankan bisnis PGN dilindungi beberapa regulasi yang membolehkan perusahaan pelat merah ini melakukan monopoli atau monopoly by law.

Dua aturan tersebut, di antaranya Pasal 27 UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Pasal 51 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Jadi biarkan semuanya kita kembalikan ke majelis hakim. Tapi dari kasus ini kita berharap bisa mengetahui di mana kesalahannya,”tandasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisioner KPP Saidah Sakwan mengatakan, pihaknya saat ini tengah mendalami praktik percaloan di wilayah Sumatera Utara.

“Sampai hari ini kami belum mendapatkan bukti adanya praktek monopoli oleh PGN. Sekarang bukti barunya ada pelaku usaha (trader) yang saling mempermaikan harga,”tuturnya.

Pendalaman terhadap percaloan dilakukan menyusul belum ditemukannya bukti kuat atas adanya praktik monopoli harga yang dilakukan PGN.

Seperti diketahui, beberapa hari kemarin KPPU kembali menggelar persidangan atas dugaan praktik monopoli harga yang dilakukan PGN di Medan. Dari fakta persidangan terakhir, didapatkan bukti kuat bahwa salah satu penyebab tingginya harga jual gas di Medan disebabkan oleh adanya permainan harga yang dilakukan perusahaan pemenang kuota gas yang tidak memiliki infrastruktur atau biasa dikenal trader.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here