Home Nasional Didukung Infrastruktur, Presiden: Fundamental Sektor Pariwisata Masih Bergulir

Didukung Infrastruktur, Presiden: Fundamental Sektor Pariwisata Masih Bergulir

0
SHARE
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Matanurani, Jakarta – PRESIDEN Joko Widodo mengutarakan optimismenya akan keberlanjutan pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia tetap terjadi, meski sebelumnya terkena bencana alam di Lombok dan Palu.

Menurut Presiden terlepas dari kejadian bencana alam tersbeut secara fundamental pertumbuhan pariwisata Indonesia tetap bergilir.

“Wisatawan Mancanegara (Wisman) kita terus tumbuh. Mungkin tahun ini sedikit melambat akibat gempa bumi dan tsunami di Palu. Tetapi fundamental trend nya masih kuat dan masih berjalan sehingga tidak perlu khawatir tentang ini,” tutur Jokowi dalam sambutannya pada acara CEO Forum di Jakarta, Selasa (27/11).

Lebih lanjut hal tersebut juga akan ditunjang dengan banyaknya infratsruktur yang selesai pada akhir tahun ini yang sudah dibangun selama empat tahun. Misalnya pada Desember Tol Jakarta Surabaya akan tersambung jadi satu, meski Merak Banyuwangi masih pada akhir 2019.

Juga tol trans Sumatra Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 148 Km diresmikan Desember ini. Adapun tol Bakauheni – Palembang sepanjang 350 Km baru akan selesai pada Juni, meski Presiden menginginkan selesai pada April.

Ia berharap selesai April agar ada manfaatnya baik bagi masyarakat maupun bagi dirinya.

“Manfaatnya untuk lebaran, jangan mikir kemana mana. Bukan untuk pemilu, seperti yang kalian duga. Tetapi itu juga,” kelakar Jokowi.

Begitu juga Pelabuhan besar Kuala Tanjung juga akan selesai, juga Makasar New Port juga akan selesai di Januari 2019.

Keterlambatan pembangunan infrastruktur menurut Jokowi akan memberikan pengaruh kepada banyak hal, termasuk pariwisata. Jokowi pun mengaku dirinya masih menunggu selesainya run way ke III dari Bandara Soekarno Hatta.

Awalnya direncanakan selesai pada akhir 2018, tetapi karena masih adanya kendala pembebasan lahan maka baru akan selesai pada 2019. Pembangunan runway ini menjadi penting karena merupakan infrastruktur pendukung arus trasnportasi udara, khususnya yang akan masuk ke Jakarta.

Selama ini ada keterlambatan dalam pembangunan sehingga membuat kemacetan di udara bandara soekarno hatta. Hal tersebut juga menurtutnya memberikan pengaruh kepada permintaan slot penerbangan ke Indonesia yang terlambat semuanya. Padahal menurut Jokowi sejumlah negara banyak meminta penerbangan langsung ke Jakarta.

“Misalnya dari India, Qatar, Uni Emirat Arab yang juga butuh penambahan slot. Bahkan dari China dan Singapura yang butuh tambahan tidak dapat dipenuhi karena adanya keterlambatan pembangunan infrastruktur. Karenanya saya minta kejar cepat karena kita tidak bisa menunggu untuk bersaing dengan negara lain,” pungkas Jokowi. (Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here