Home Nasional BUMN Ikut Mengawal Petani Hingga Panen Raya

BUMN Ikut Mengawal Petani Hingga Panen Raya

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berkomitmen membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Caranya dengan menugaskan BUMN mengawal para petani sejak awal tanam hingga panen raya.

Hal ini disampaikan Menteri BUMN Rini Soemarno saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Gerakan Mengawal Musim Tanam (GMMT) OKMAR 2018/2019 di Desa Leuwigoong, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo menekankan kewirausahaan pertanian sebagai program meningkatkan potensi pertanian dan membantu petani dari segi permodalan, pemberian penyuluhan bagi petani hingga pemasaran hasil pertanian. Sehingga petani memilki daya tawar yang baik yang pada akhirnya mampu mendorong kesejahteraan petani.

GMMT OKMAR 2018/2019 merupakan bagian dari rangkaian aktivitas dalam Program Kewirausahaan Pertanian, dimana dalam program ini, PT Bank Negara Indonesia (BNI) bersinergi dengan Kementerian Pertanian memastikan seluruh kegiatan produksi petani dapat dikawal sedini mungkin, dalam hal penyediaan seluruh sarana dan prasarana produksi pertanian.

Di setiap lokasi GMMT aktivitas yang dilakukan meliputi pelaksanaan Padat Karya Tunai Normalisasi Saluran Irigasi (+/- 5 km), Penyaluran KUR dan Kartu Tani serta kegiatan Tanam Massal.

“Saya memastikan petani di sini bisa mendapatkan bimbingan mulai dari masa awal tanam, bagaimana petani bisa mendapat sarana prasarana, bibit dan bimbingan usaha. Ini tidak terlepas juga dari keterlibatan BUMN dalam program-program yang terus bersinergi atau bekerja sama dengan kementerian terkait sebagai bagian dari program kewirausahaan pertanian,” ungkap Rini dalam keterangan resmi, Minggu (20/1).

Dalam gerakan ini, sejak awal proses tanam, petani diupayakan dapat terpenuhi kebutuhan budidaya secara tepat waktu, sehingga petani dapat berproduksi dengan baik. Dalam periode pelaksanaan budidaya, petani akan dibimbing oleh penyuluh pertanian. Sedangkan saat panen, hasil gabah akan diserap Mitra Bumdes Bersama (MBB) dan dilakukan kegiatan serap gabah oleh BUMN pangan yang ditunjuk yaitu BULOG, PPI, Sang Hyang Seri, Pertani, RNI dan Pupuk Indonesia Pangan (PIP).

Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni, mengungkapkan, program ini diharapkan dapat membantu petani sehingga lebih mandiri dan memiliki daya tawar lebih baik sehingga bisa memberikan kesejahteraan lebih baik kepada para petani.

Untuk menyukseskan Program Kewirausahaan Pertanian di Jawa Barat, BNI bekerjasama dengan PT Mitra Bumdes Bersama (MBB). Sampai dengan Desember 2018, kegiatan Kewirausahaan Pertanian, aktivitas yang sudah dilakukan meliputi penyediaan saprotan, penyerapan gabah kering panen petani sebanuak 8.099 ton, Penjualan beras 1.169 ton, hingga penyediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, Program Kewirausahaan Pertanian telah mengelola dan mengoperasionalkan Rice Mill Unit (RMU) modern yang sudah dibangun oleh BUMN. Program Kewirausahaan Pertanian juga mampu melakukan pendataan potensi petani yang ada di area kewirausahaan pertanian sebanyak 629.000 petani.

Dalam rangka Program Kewirausahaan Pertanian ini, juga dilakukan Pemberian fasilitas KUR kepada petani yang berada dalam area kewirausahaan Pertanian sebesar Rp 207 miliar kepada 9.536 petani. Untuk mempermudah apliasi KUR dan monitoring produksi pertanian telah difasilitasi dengan fasilitas digital melalui aplikasi Logistik Tani (Logtan).

“Kami memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, disertai pendampingan selama musim tanam Oktober-Maret. Pada saat panen pun, petani dipastikan akan mendapatkan pembeli siaga atau offtaker bagi petani sektor tanaman pangan di berbagai daerah. (Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here