Home Nasional BKPM Dorong Potensi Ekonomi di Daerah

BKPM Dorong Potensi Ekonomi di Daerah

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meningkatkan investasi di sejumlah daerah melalui Regional Investment Forum (RIF) 2019.

Dalam acara tersebut, BKPM menargetkan jumlah peserta mencapai 550 orang. Namun hingga saat ini jumlah peserta telah mencapai 750 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 213 peserta merupakan perusahaan startup. Direktur Fasilitas Promosi Daerah BKPM Indra Darmawan mengatakan, acara tahunan itu diadakan untuk mengembangkan potensi investasi di daerah. Melalui acara tahunan ini dia juga berharap sejumlah perusahaan rintisan atau startup pada sektor digital ekonomi bisa dipasarkan lebih luas. Hal ini tentu memerlukan dukungan pemerintah daerah seperti bantuan pemasaran kepada masyarakat.

”Target kami, acara ini akan membuka mata pemerintah daerah tentang potensi ekonomi digital di daerah mereka,” kata Indra di Jakarta beberapa waktu lalu. Acara RIF nanti juga memiliki beberapa sesi seminar yang menampilkan sembilan startup dari sektor agrikultura, perikanan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, makanan, dan properti. Acara ini nanti dilengkapi dengan pertemuan one-on-one antara calon investor dan pemangku kepentingan, termasuk startup dalam membuka jalur komunikasi dengan pemerintah Selain itu, terdapat pula klinik usaha dari BKPM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), perbankan, dan firma hukum di bidang ekonomi digital. Dalam acara tersebut juga digelar pameran dari BI dan Kementerian Pariwisata.

BKPM juga siap meluncurkan sistem komunikasi antarlembaga dalam perizinan sebagai lanjutan dari sistem perizinan terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS). Sistem itu bernama Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (Kopi Mantap). Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal BKPM Yuliot mengatakan, sistem tersebut digunakan untuk mengawal perizinan yang dilakukan investor. Sistem ini merupakan protokol dalam kegiatan investasi. “Apabila ada perusahaan atau komitmen di daerah, Kopi Mantap akan konfirmasi pada pihak stakeholder terkait,” kata Yuliot. Selama ini investor yang mengajukan investasi melalui OSS belum memiliki protokol komunikasi.

Nanti investor yang mengajukan izin pertanahan hingga izin lokasi yang diperoleh dari berbagai kementerian/ lembaga bisa dikomunikasikan melalui sistem tersebut. Investor yang mengajukan permohonan melalui sistem OSS bisa memperoleh izin usaha terlebih dahulu. Namun, investor harus memenuhi beberapa persyaratan perizinan dalam batas waktu tertentu. Dengan sistem ini pemenuhan komitmen perizinan diharapkan bisa berjalan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan. Di sisi lain, Kopi Mantap juga diharapkan dapat meningkatkan investasi sekaligus lapangan kerja dan pendapatan masyarakat. Selain menyiapkan fase lanjutan OSS, BKPM juga akan menyempurnakan fasilitas Bahasa Inggris yang dipersiapkan dalam waktu dua bulan.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here