Home Nasional Benny: Industrialisasi Kunci Hadang Investor Hengkang

Benny: Industrialisasi Kunci Hadang Investor Hengkang

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Deputi Meneg BUMN periode 1999-2000, Benny Pasaribu mengingatkan struktur industri saat kini lebih dari 70 persen bahan bakunya tergantung dari impor. Karena itu perlu merubah bisnis proses dan menghindari disruptif inovation teknologi dan masuk ke industri yang bahan bakunya yang bersumber dari dalam negeri.

“Saya baru mengakhiri tugas sebagai anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), dan kami telah merumuskan strategi industrialisasi 2045 yang kita fokuskan pada 4 sektor industri, diantaranya agro industri, industri maritim, industri pariwisata, dan industri ekonomi kreatif. Dan disinilah lebih dari 80 persen penduduk kita mencari kehidupan. Semua bahan bakunya ada di dalam negeri, maka jika industrialisasi ini kita terapkan pada bisnis proses dan teknomogi 4.0, maka ada efisiensi dan efektifitas,” kata Benny dalam diskusi proram Indonesia Business Forum TV ONE, bertajuk ‘Iklim Investasi Suram, Investor Hengkang’, Rabu (30/10).

Benny mencontohkan industrialisasi di sektor pertanian, dari hulunya mulai dari budidaya, teknologi benih hingga pemupukan. Sehingga yang didapatkan adalah produktifitasnya dan bisa menjadi pusat pangan dunia, yang dapat menghidupi bangsa dan meningkatkan lapangan kerja.

“Tapi saya juga paham bahwa tantangan ini makin berat karena di dalam negeri itu sendiri ternyata ada tambahan-tambahan regulasi walaupun pak Jokowi sudah memotong itu semua. Jadi kalau bisa dikerjakan sekarang, mengapa menunggu hari esok?, Tapi ujungnya evaluasi malah bertambah,” ujar Benny.

Maka tugas pemerintah periode kedua, karena fondasinya sudah ada lima tahun lalu, mulailah kita membangun industrialisasi. Kalau sekarang ini infrastruktur yang telah dibangun adalah konektifitas antardaerah. Dan nanti yang kita harapkan adalah konektifitas untuk industrialisasi dari bahan baku sampai kawasan industrinya.

“Saya yakin pak Jokowi dan pak Maruf bisa mengkorkestrasi, memimpin dan mengkoordinasinya jauh lebih efektif. Arahan dari pak Jokowi itu sudah jelas. Kepemimpinan keseharian beliau dalam mengunjungi ke daerah-daeeah, saya kira memang itu jiwa kenegarawan beliau. Jadi perencanaan itu sudah matang karena fondasinya sudah 5 tahun dibangun, tinggal implementasinya saja. Pak Jokowi sebenarnya mencari eksekutor-eksekutor. Tapi kalau kita lihat saat kini, eksekutornya dimana?

Tapi secara keseluruhan pak Jokowi dan pak Maruf ini akan bisa memimpin ini, tinggal legacy yang mau disanpaikan pak Jokowi pada dasarnya adalah bagaimana supaya Ease of Doing Business atau kemudahan berusaha disini lebih bagus dan berhasil.

“Lima tahun periode lalu telah digenjot, tinggal panennya saja sekarang. Tadinya, bertahun-tahun mengurusi perijinan, maka saya kira UU Omnibus Law ini akan membumihanguskan UU yang memperumit. Tinggal sekarang ini apakah DPR bisa mempermulus proses UU ini apa tidak?. Dan kedua, koordinasi antardaerah saat ini kalau tidak ada omnibus law ini  peraturan yang di daerah itu justru menambah-nambah perijinan dan regulasi yang justru bertentangan dengan aturan yang dibuat oleh kementerian dan pemerintah,” pungkas Benny.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here