Home Nasional Bahas Outlook Ekonomi 2019 di DPR, Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat

Bahas Outlook Ekonomi 2019 di DPR, Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Dunia Melambat

0
SHARE
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pengarahan dalam Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2019 di Kemenkeu, Jakarta, Senin 10 Desember 2018. Dalam kesempatan itu Sri Mulyani mengingatkan pemerintah daerah tidak menggunakan makelar untuk proses pencairan dana transfer ke daerah karena tidak sesuai dengan tata kelola yang berlaku.

Matanurani, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Adapun agenda yang akan dibahas yakni kinerja perekonomian 2018 dan outlook 2019.

Sri Mulyani menyatakan situasi tahun 2019 masih dinamis dikarenakan situasi tersebut yang melibatkan AS dan China tak bisa ditebak. Dengan begitu pemerintah belum dapat memastikan laju ekspor dan impor di 2019, sebab kondisi global di tahun politik ini tidak bisa diduga.

Sri Mulyani menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan mengalami pelemahan, Menurutnya hal tersebut sudah terkonfirmasi dari berbagai sumber. “Ada yang memproyeksikan tumbuh 3,7% atau lebih rendah dari yang tadinya 3,9%,” ujar Sri Mulyani, Rabu (16/1)

Menurut Sri Mulyani, ekonomi global yang melemah akan memberikan pengaruh terhadap keseimbangan eksternal. Terutama, akan mempengaruhi komoditas global. “AS dan China dalam situasi yang tidak biasa. Pertumbuhan global mempengaruhi komoditas diperkirakan tidak naik tapi turun tajam. Kita berharap stabil karena sektor di ekonomi kita tergantung pada ini komoditas.” Ucapnya

Sri Mulyani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi masih akan bisa mencapai level 5,3% sesuai dengan APBN 2019. Hal itu ditopang oleh konsumsi baik dari rumah tangga maupun pemerintah. Dengan rincian, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,1%, konsumsi pemerintah 5,4% dan pembentukan PDB tumbuh di atas 7%.

“Yang tidak pasti ekspor dan impor. Karena ekonomi global, tapi kurang lebih tumbuh 6,3% ekspor dan impor 7,1%. The Fed akan lebih sabar tapi kita tetap waspadai, dan bukan berarti mereka tidak naikkan suku bunga,” ujar Sri Mulyani.(Ktn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here