Home Nasional Bagi Nelayan Indonesia, Jokowi Masih Butuh Waktu Hingga 2019

Bagi Nelayan Indonesia, Jokowi Masih Butuh Waktu Hingga 2019

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Nelayan yang tergabung dalam Nelayan Sahabat Jokowi (NSJ) menyebut, Presiden Joko Widodo, masih butuh waktu hingga 2019 untuk menyelesaikan persoalan nelayan.

Ketua Umum Nelayan Sahabat Jokowi (NSJ) Siswaryudi Heru menyampaikan, dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ke-2 Pendukung Setia Jokowi 2017, di PRJ, Kemayoran, Jakarta, pada Jumat (11/8, segmen nelayan hampir tak mendengar lagi pemaparan mengenai program prioritas pro nelayan.

Siswaryudi Heru yang juga Koordinator Bidang Energi dan Sarana Prasarana Perikanan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini menegaskan kembali bahwa Nelayan akan mengawal Nawacita-nya Jokowi hingga selesai periode pemerintahan, dengan tetap menantikan realisasi janji pemerintah untuk segera mewujudkan program-program prioritas yang sangat dibutuhkan oleh nelayan Indonesia.

“Bicara 2019, Pak Jokowi masih butuh waktu. Sudah ada dasar yang diletakkan, program-program nelayan yang masih dinanti-nantikan dengan sangat. Nelayan butuh realisasi dalam prioritas program bagi nelayan,” ujar Siswaryudi Heru, di Jakarta, Sabtu (12/8).

Dengan masa pemerintahan yang tersisa dua tahun di periode ini, menurut dia, Jokowi tidak akan bisa menyelesaikan tahapan bagi program nelayan sesingkat mungkin. Karena itu, di penghujung periode pertama ini, Nelayan berharap agar janji-janji kampanye Presiden Jokowi pada 2014 silam bisa diteruskan dan diwujudkan.

“Masih banyak pekerjaan yang belum rampung. Harapan besar nelayan agar terwujud Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, dengan Nawacita, janji mensejahterakan nelayan, memberikan bantuan permodalan dan peralatan yang memadai, alat tangkap yang tepat, asuransi nelayan, pembangunan infrastruktur nelayan dan sebagainya, itu dinanti-nantikan nelayan untuk diwujudkan. Jangan ditinggalkan dong,” bebernya.

Sebagai warga negara Indonesia yang tersebar dari ujung Sumatera hingga ujung paling Timur Indonesia, menurut Siswaryudi, nelayan adalah tulang punggung negeri bahari ini. Dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman dari luar pun, lanjut dia, nelayan Indonesia berada di garis terdepan pulau-pulau dan laut Indonesia untuk melindungi negeri ini.

“Dan perlu di ingat, nelayan itu tidak bisa disekat-sekat dengan urusan agama, suku, ras atau golongan. Nelayan itu adalah wujud manusia Pancasila, tidak mau dipecah-pecah dengan urusan cara orang berdoa, cara orang berpakaian, warna kulit. Laut adalah nelayan, laut tidak disekat SARA. Karena itu, kecintaan kepada Negeri ini, kepada Pancasila terwujud di dalam diri nelayan Indonesia,” jelasnya.

Meski begitu, lanjut Siswaryudi, Presiden Jokowi diminta bersegeralah memenuhi janji-janji kampanyenya pada 2014 lalu kepada Nelayan Indonesia. “Harapan besar nelayan akan janji-janji kampanye itu, itulah yang diwujudkan,” ujarnya.

Dikarenakan memang tak mungkin dalam waktu singkat lagi itu semua terwujud oleh Jokowi, menurut Siswaryudi, komitmen Nelayan Relawan Jokowi untuk mengusung Jokowi maju sebagai calon presiden di 2019 perlu dipikirkan dengan matang.

“Masih butuh waktu mewujudkan itu semua. Pak Jokowi tidak perlu ragu,” ujarnya.

Bukan kali ini saja Nelayan menyuarakan hal itu. Menurut Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini, sejak 2014 Nelayan yang tergabung dalam Nelayan Sahabat Jokowi (NSJ)sudah memperjuangkan kesejahteraan bagi Nelayan Indonesia.

Siswaryudi menyampaikan, perjuangan mensejahterakan Nelayan masih harus terus dilakukan.

“Sejak 2014 kita sudah bergerak. Tadinya kita beri nama Relawan Nelayan, dan pada 2016 menjadi Nelayan Sahabat Jokowi. Saat ini kita sudah tersebar di 25 Provinsi dengan 77 DPC (Dewan Pengurus Cabang),” ujarnya. (Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here