Home Nasional APTI Minta Pemerintah Atur Pembatasan dan Pengendalian Import Tembakau

APTI Minta Pemerintah Atur Pembatasan dan Pengendalian Import Tembakau

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta pemerintah mengatur pembatasan dan pengendalian import tembakau nasional.

Data Kementerian Perindustrian tahun 2003 menyebutkan jumlah import tembakau hanya 28 ribu ton, dan tahun 2010 sebanyak 91 ribu ton, dan puncaknya pada tahun 2012 sudah mencapai 150 ribu ton.

“Artinya dalam tiga tahun terakhir, naik turunnya kapasitas import sudah sekitar 125 ribu ton sampai 150 ribu ton,” kata Wakil Ketua APTI, Yuda Sudarmadji saat Fokus Group Diskusi (FGD) bersama Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) DI Jakarta, Rabu (13/9).

Untuk itu lanjut Yuda, pemerintah tidak boleh hanya meningkatkan pendapatan cukai rokok saja, tanpa memikirkan nasib dan kesejahteraan buruh rokok.

Selanjutnya, kata Yuda permasalahan petani tembakau lainnya adalah pengenaan beban bea masuk bagi tembakau import masih tergolong rendah. “Hanya sekitar 5%-10%,” tukasnya.

Sementara pengaturan perbedaan pengenaan besaran tarif cukai rokok import dan rokok berbahan baku import bila dibandingkan dengan rokok industri nasional (kretek) jarak tarif cukainya masih rendah.

Belum lagi dana bagi hasil cukai tembakau (DBHCT) yang kembali ke daerah alokasi pemanfaatannya ke petani belum maksimal.

“Bersama KEIN, APTI akan terus memberikan masukan dalam penyusunan peta jalan industrialisasi berbasis tembakau,” kata Yuda.

Dalam FGD bersama KEIN dimoderatori Dr Pariaman Sinaga, anggota Pokja KEINĀ  ini dihadiri para stakeholder tembakau, diantaranya Direktur Operasional PTPN II, Marisi Butar-Butar, Setyati yang mewakili Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here