Home Nasional Aktivis 98: Penjahat HAM Harus Bisa Diadili Institusi Negara

Aktivis 98: Penjahat HAM Harus Bisa Diadili Institusi Negara

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – ‎ Perjuangan para aktivis agar pemerintah menyelesaikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di masa lalu belum membuahkan hasil.

Dalam era pemerintahan Jokowi-JK, persoalan penegakkan HAM tidak kunjung rampung.

Bahkan tidak satu pun perkara HAM diproses di Pengadilan HAM Ad Hoc.

“‎Pelanggaran HAM kalau tidak ditegakkan akan terus jadi mainan politik. Faktanya sudah ada, sekarang ini hanya menunggu bagaimana Jaksa Agung berani mengeksekusi. Presiden back up dan pengadilan HAM Ad Hoc dilakukan segera. Pejabat HAM harus bisa diadili oleh institusi negara,” kata Aktivis 98, Harry Purwanto dalam forum diskusi “Tragedi 97-98 Jangan Amnesia” di Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Harry Purwanto menjelaskan, masalah penuntasan HAM masa lalu intinya adalah soal keseriusan pemerintah mau melakukan pengusutan.

Terlebih rekomendasi dari Komnas HAM sudah keluar sejak 2006.

“Komnas HAM merekomendasi jalankan pengadilan HAM Ad Hoc.‎ Jadi Jaksa Agung tinggal menjalankan,” kata Harry Purwanto.

Sikap Kejaksaan Agung yang dinilai tidak serius menangani pelanggaran HAM disoroti dan menjadi tanda tanya bagi para aktivis HAM.

“Ada apa dari 2006 pengadilan HAM Ad Hoc tidak terlaksana. Jangan salahkan pemerintah saat ini. Jaksa Agung tidak konsen dengan HAM‎,” imbuhnya.

‎Terakhir, Harry Purwanto sempat berbagi cerita soal dirinya yang beberapa kali mendemo pemerintah termasuk aksi di Kejaksaan Agung menuntut penuntasan kasus HAM.

Karena vokal menyuarakan penuntasan HAM, Harry Purwanto mengaku sempat dihubungi seseorang dengan nomor tidak dikenal.

Orang itu meminta Harry Purwantotidak mendemo Soeharto.

“Tahun 2006 saya dihubungi seseorang dengan nomor tidak dikenal. Dia katakan kamu jangan demo Soeharto lagi, atau kamu saya hilangkan. Saya nongkrong di Blok M, taman depan SMA 6, didatangi preman‎. Itu karena saya demo Soeharto di RSPP,” katanya.(Tri).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here