Home Nasional Aktivis 98 Gelar Rapat Akbar Soroti Ketahanan Nasional

Aktivis 98 Gelar Rapat Akbar Soroti Ketahanan Nasional

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Aktivis 98 menggelar acar Rapat Akbar membahas ketahanan nasional yang semakin hari semakin lemah, dan menjadi fokus perhatian yang tidak dapat diabaikan.

“Lemahnya ketahanan nasional berpengaruh terhadap sistem berbangsa dan bernegara, tersistematis dan terorganisir sistem Indonesia di lemahkan paska Amandemen UUD 1945,” kata Ketua OC Rapat Akbar Lutfi Nasution dalam keterangannya, Minggu (5/8).

Menurutnya, lahirnya puluhan UU semakin menjauhkan cita-cita nasional yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

“Bukan hanya itu, UU tersebut¬† juga secara sistemik melemahkan aspek ideologi, politik, ekonomi, budaya, hukum serta pertahanan keamanan,” ujarnya.

Lutfi mengingatkan, proses tersebut telah menghantarkan krisis kewibawaan lembaga negara yang menghancurkan sendi-sendi persatuan nasional. Untuk dapat keluar dariframing tersebut maka harus dibentuk sebuah tata kelola berpikir yang lebih obyektif.

“Sehingga kemudian setiap orang akan memiliki referensi dan panduan kebangsaan yang cukup baik dalam menyikapi kebijakan-kebijakan pemerintah,” sebutnya.

Lutfi menekekankan agar membangun pemerintahan yang berhaluan negara sesuai kehendak rakyat, guna mewujudkan cita-cita besar nasional sebagaimana diamanahkan dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kita sebagai sebuah negara harus menolak tegas praktek praktek neoliberalisme atau penjajahan gaya baru, yang jelas-jelas semakin menghilangkan kedaulatan negara,” kata dia.

Pihaknya pun meminta agar seluruh penyelengara negara baik eksekutif, legislatif dan yudikatif serius menjalankan amanat tujuan dan kepribadian bangsa Indonesia. Selain itu, ia mengingatkan pemerintah menjaga kedaulatan dengan pengurangan tegas atas utang utang luar negeri yang melilit sebagai pintu masuk penghilangan kedaulatan negara.

“Intinya, Indonesia harus terbebas dari ketergantungan utang yang melilit, karena kita punya pengalaman buruk dimasa lalu dimana utang pada akhirnya memporak-porandakan struktur ekonomi dan kedaulatan negara. Hal ini tidak boleh lagi terjadi,” bebernya. (Rmo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here