Home Nasional 2018, Bunga KUR Dipangkas Jadi 7 Persen

2018, Bunga KUR Dipangkas Jadi 7 Persen

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemerintah berencana memangkas kembali tingkat suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun depan. Penurunan ini dimaksudkan untuk mencapai target dan memperluas penyaluran KUR serta mengakomodir permintaan pelaku usaha.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Yuana Sutyowati Barnas mengatakan pemerintah melalui Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) sedang menyusun konsep perubahan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

“Dalam revisi itu antara lain memuat penurunan suku bunga KUR dari 9 persen menjadi 7 persen efektif per tahun. Selain itu, memungkinkan calon debitur pengusaha pemula untuk memperoleh KUR dengan bergabung dalam kelompok usaha dengan mekanisme pembayaran kredit/pembiayaan berdasarkan sistem tanggung renteng,” jelas Yuana di Jakarta, Jumat (22/9).

Terkait pencapaian KUR, Yuana mengungkapkan, hingga Agustus lalu, penyalurannya mencapai 61,14 triliun rupiah kepada 2.734.490 debitur. Jumlah tersebut sekitar 55,6 persen dari total target penyaluran pada 2017.

Realisasi berdasarkan regional/ pulau, jumlah penyaluran KUR masih relatif cukup merata di seluruh pulau besar, dengan penyaluran tertinggi di Pulau Jawa selanjutnya Sumatera.

Yuana menambahkan, guna mencapai target penyaluran KUR sebesar 110 triliun rupiah hingga akhir 2017, sejumlah langkah diambil. Di antaranya penambahan bank penyalur KUR, mengikutsertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank sebagai penyalur KUR, mengikutsertakan Koperasi sebagai penyalur dan menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan KUR.

Tingkatkan Akses

Dalam kesempatan tersebut, Yuana juga mengatakan, peningkatan akses pembiayaan melalui SHAT (Sertifikasi Hak Atas Tanah) bagi Usaha Mikro Kecil (UMK), juga terus dilakukan. Menurut Yuana, pengentasan kemiskinan harus ditindaklanjuti dengan pemberdayaan dan penguatan kapasitas masyarakat UMK. Program SHAT bagi UMK untuk akses permodalan agar masyarakat UMK lebih produktif.

UMK yang tersebar di masyarakat ternyata sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi. “Lahan atau tanah yang digunakan oleh UMK untuk tempat/lahan/area berproduksi, berada dalam kondisi kepemilikan yang beragam,” jelasnya. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here