Home News Moody’s Pertahankan Peringkat Utang RI, Sri Mulyani Akui Masih Banyak Tantangan

Moody’s Pertahankan Peringkat Utang RI, Sri Mulyani Akui Masih Banyak Tantangan

0
SHARE

grace.olivia@kontan.co.id-Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan laporan kinerja APBN Semester I-2019 di Badan Anggaran DPR RI, Senin (16/7). Realisasi asumsi makro meleset, Menkeu belum pertimbangkan APBN-P

Matanurani, Jakarta – Lembaga pemeringkat utang Moody’s telah mengafirmasi peringkat utang (rating) Indonesia pada posisi Baa2, dengan outlook stabil (Investment Grade) pada 10 Februari 2020. Peringkat utang Indonesia oleh Moody’s telah masuk dalam kategori investment grade sejak Januari 2012.

Meski begitu Moody’s juga kembali memberikan catatannya untuk Indonesia. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, pemerintah juga menyadari bahwa masih banyak tantangan yang harus diatasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan.

“Pemerintah telah dan akan terus melakukan langkah-langkah proaktif untuk mewujudkan hal tersebut, melalui pengelolaan APBN dan kebijakan fiskal yang kredibel dan efektif. Selanjutnya peranan dari berbagai pihak dan masyarakat luas juga sangat penting dalam mewujudkan perekonomian yang lebih inklusif ke depan,” ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (12/2).

Lebih lanjut, Moody’s juga menilai defisit APBN yang rendah menciptakan beban utang pemerintah yang juga rendah yaitu sekitar 30% dari PDB pada 2019, jauh di bawah rata-rata negara-negara peers yaitu 47,3%. “Penilaian positif juga diberikan Moody’s atas posisi defisit transaksi berjalan Indonesia yang juga berada di bawah negara-negara peers. Selain itu, Indonesia dinilai mempunyai buffer yang memadai untuk menghadapi tantangan global,” katanya.

Di sisi lain, Moody’s melihat adanya risiko yang dapat timbul dari faktor lingkungan dan geografis Indonesia. Dampak yang mungkin ditimbulkan antara lain penurunan produksi pertanian, kerusakan infrastruktur dan properti.

“Terdapat beberapa faktor yang dinilai Moody’s dapat mendorong peningkatan peringkat utang Indonesia ke depan, yakni kebijakan fiskal yang baik dan dinilai akan berkelanjutan, potensi peningkatan penerimaan negara, peningkatan pendapatan per kapita, serta pendalaman pasar keuangan dan peningkatan daya saing,” jelasnya

Langkah Moody’s mempertahankan peringkat utang Indonesia pada posisi Baa2 dengan outlook stable tersebut menunjukkan bahwa fokus Pemerintah pada upaya menjaga stabilitas di tengah gejolak global dinilai baik. Selain itu reformasi struktural dan fiskal yang dijalankan Pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya juga dipandang memberikan hasil positif.

Pengumuman Moody’s ini juga menunjukan adanya kepercayaan yang tinggi dari dunia internasional kepada perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global. Apresiasi dari lembaga internasional terkemuka, seperti lembaga pemeringkat utang, terhadap kinerja perekonomian Indonesia memiliki peran penting untuk mewujudkan APBN yang lebih sehat, adil, dan mandiri serta perannya dalam perbaikan perekonomian Indonesia secara umum.(Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here