Home News Menkeu: Pertumbuhan Kredit Lemah, Ekonomi “Pingsan”

Menkeu: Pertumbuhan Kredit Lemah, Ekonomi “Pingsan”

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Untuk memberikan dorongan yang siginifikan bagi perkonomian Indonesia agar tidak semakin lama “pingsan”, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong agar penyaluran kredit kembali ditingkatkan. Sebab pemulihan ekonomi Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan APBN saja, tetapi juga harus didukung oleh penyaluran kredit untuk menggerakkan usaha.

Dikatakan Menkeu, saat ini pertumbuhan kredit terus melemah yang berada di kisaran 0%. Bahkan per Oktober 2020, pertumbuhan kredit terus melambat hingga terkontraksi 0,47%.

“Pertumbuhan kredit yang sangat lemah tidak akan mungkin mendorong ekonomi kita, dan ekonomi tidak mungkin hanya didorong dengan APBN sendiri. Maka dalam situasi seperti sekarang ini, kita harus kembali atau berupaya bagaimana sektor-sektor keuangan dan korporasi kembali bisa melakukan bisnisnya secara hati-hati, namun harus mulai pulih,” kata Sri Mulyani dalam acara “Business, Finance & Accounting Conference”, Selasa (8/12).

Bila kondisi penyaluran kredit terlalu lama “pingsan”, Menkeu mengatakan ekonomi Indonesia juga akan ikut “pingsan”. Sehingga antara sektor keuangan dan korporasi harus berani mulai memberikan atau mengambil kredit.

“Harus segera siuman dan pulih. Artinya sektor keuangan harus mulai memberikan kredit, dan korporasi berani mengambil kredit. Kalau dua-duanya atau yang satunya tidak berani mengambil kredit dan yang satunya tidak berani memberikan kredit, maka ekonominya akan pingsan,” ujarnya.

Dikatakan Menkeu, saat ini pemerintah bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah mencoba memformulasikan strategi untuk bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi atau bisa segera siuman.

Misalnya saja memberikan relaksasi kepada usaha kredit berupa penundaan pembayaran pokok kredit selama enam hingga sembilan bulan. Untuk usaha kecil, bunganya juga disubsidi oleh pemerintah, sehingga pelaku usaha ini tidak mengalami tekanan dalam membayar kredit.

“Kita juga memberikan yang disebut jaminan pinjaman modal kerja. Ini supaya sektor jasa keuangan terutama bank berani memberikan kredit, dan perusahan juga berani untuk meminjam. Kita melakukan dari kredit yang kecil sampai menengah,” kata Sri Mulyani.(Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here