Home News Lelang Gula Rafinasi Mulai Awal 2018

Lelang Gula Rafinasi Mulai Awal 2018

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Kementerian Perdagangan menunda pelaksanaan lelang gula rafinasi hingga 8 Januari 2018. Alasannya, sosialisasi lelang masih belum optimal karena baru di 18 provinsi. Hal itu menyebabkan jumlah peserta lelang, terutama industri dan usaha kecil menengah, masih sedikit.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita swperti dikutip dari kompas, Senin (25/9), mengatakan, penundaan itu berdasarkan kesepakatan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Kementerian Koordinator Perekonomian.

Baca juga: Alasan Darmin Nasution Tunda Lelang Gula Rafinasi

Lelang tetap akan dilakukan pada awal 2018 untuk menciptakan transparansi tata niaga gula rafinasi dan memberi akses yang adil kepada industri kecil menengah (IKM) dan usaha kecil menengah (UKM). ”Nanti akan kami sesuaikan atau revisi kembali regulasinya. Sosialisasi ke daerah-daerah juga kami tingkatkan lagi,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan akan memulai jual beli gula rafinasi melalui pasar lelang komoditas pada 1 Oktober 2017. Lelang dilaksanakan PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) yang memenangi seleksi (beauty contest) dari enam peserta yang mendaftar. Hingga pekan lalu, 446 peserta lelang menyatakan minat. Mereka terdiri dari 293 industri besar, kecil, dan memengah, serta 153 koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Bahcrul Chairi mengatakan, dari sekitar 3 juta ton gula rafinasi yang akan dilelang, diasumsikan 1.000-1.500 pembeli terlibat dalam lelang.

Koordinator Forum Lintas Asosiasi Industri Pengguna Gula Rafinasi (FLAIPGR) Dwiatmoko Setiono mengatakan, tata niaga baru gula rafinasi ini menambah rantai bisnis industri pengguna gula rafinasi, birokrasi, beban, dan biaya transaksi.

Tata niaga ini berpotensi membuat harga gula rafinasi naik 30 persen, yang pada akhirnya akan menaikkan harga produk makanan dan minuman antara 20-25 persen. Pelaku usaha yang menjadi pembeli dalam lelang akan menanggung biaya keanggotaan pasar komoditas Rp 1 juta setahun. Mereka juga harus menanggung dana jaminan risiko transaksi 5 persen dari harga batas atas dikalikan volume yang akan dibeli.

”Kewajiban itu harus dipenuhi pembeli dalam lelang tersebut paling lambat tiga hari kerja setelah menerima konfirmasi dari Lembaga Kliring dan Penjaminan. Perusahaan besar pasti bisa menutup biaya itu, tetapi bagaimana dengan IKM dan UKM?” katanya.

Untuk itu, lanjut Dwiatmoko, FLAIPGR merekomendasikan pembatalan lelang gula rafinasi dan penunjukan PT PKJ sebagai pelaksana lelang. Untuk IKM dan UKM, pemerintah dapat mendistribusikan gula rafinasi melalui Perum Bulog. Bulog memiliki fasilitas logistik yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga memudahkan IKM dan UKM mengakses gula rafinasi.(Kps).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here