Home News KPK Luncurkan Album Kompilasi Jelang Hari Antikorupsi 2019

KPK Luncurkan Album Kompilasi Jelang Hari Antikorupsi 2019

0
SHARE
Penyidik KPK menunjukan bukti hasil OTT (Operasi Tangkap Tangan), saat memberikan keterangan pers terkait OTT dugaan suap Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di gedung KPK, Jakarta, Rabu (28/11/2018).  KPK menetapkan lima orang, dua orang di antaranya hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) sebagai tersangka suap. Kedua hakim diduga menerima duit suap terkait putusan perkara perdata. Diduga pemberian uang terkait dengan penanganan perkara perdata dengan penggugat Isrulah Achmad dan tergugat Williem JV Dongen dan turut tergugat PT Asia Pacific Mining Resources. Gugatan perdata ini terkait pembatalan perjanjian akuisisi PT CLM (PT Citra Lampia Mandiri) oleh PT APMR di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Barang bukti yang disita KPK saat OTT tersebut sebesar  SGD 47 ribu atau setara Rp 500 juta rupiah. SP/Joanito De Saojoao.

Matanurani, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Biro Humas KPK akan meluncurkan album kompilasi “Suara Antikorupsi” (SAKSI) 2019 jelang Hari Antikorupsi.

“Album bertajuk Suara Antikorupsi 2019: B-side. Album ini akan mengemas sejumlah lagu karya musisi dari penjuru negeri,” ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (24/11).

Ia mengatakan keseluruhan lagu yang akan mengisi album itu dipilih oleh masyarakat melalui proses voting mulai 22-26 November 2019, yang terbuka bagi siapa pun dan dapat diakses melalui situs KPK dan KanalKPK. Terdapat 15 lagu yang akan ditampilkan dan dapat didengar secara utuh pada laman voting tersebut.

“Nantinya, sembilan lagu terfavorit yang mengumpulkan suara terbanyak akan dikemas ke dalam cakram padat (CD) yang akan diproduksi dan selanjutnya akan dibagikan secara gratis ke masyarakat,” kata Febri Diansyah.

Febri menyatakan peluncuran album tersebut akan dilakukan pada Jumat (6/12) di gedung Merah Putih KPK, Jakarta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2019.

Sebanyak 15 lagu karya duo/band yang antara lain berasal dari Lampung, Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Banjarmasin itu akan bersaing dalam ajang Festival SAKSI 2019 itu merupakan hasil seleksi dari 479 karya yang ikut serta dalam 3 tahun penyelenggaraan festival SAKSI sebelumnya (tahun 2016-2018).

“Judul B-side dipilih karena lagu-lagu tersebut memang belum pernah dirilis. Ada tiga album SAKSI sebelumnya. KPK menilai ke-15 lagu tersebut tetap memiliki kekuatan dari sisi musikalitas dan pesan antikorupsi dan perlu disebarluaskan untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi,” ujar Febri Diansyah.

Di sisi lain, kata dia, album Suara Antikorupsi 2019: B-side ini adalah bentuk apresiasi KPK atas kreativitas para musisi yang mewujudkan ide dan semangat antikorupsi mereka ke dalam lagu yang mereka ciptakan. (Ber).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here