Home News KPK Buka Peran Staf dan Caleg PDIP dalam Suap Wahyu Setiawan

KPK Buka Peran Staf dan Caleg PDIP dalam Suap Wahyu Setiawan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peran staf PDIP dalam kasus dugaan suap untuk komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

“Pada awal Juli 2019 salah satu pengurus DPP PDIP memerintahkan DON mengajukan gugatan uji materi pasal 54 peraturan KPU 3 2019 tentang Pemungutan Perhitungan Suara ke Mahkamah Agung,” kata Wakil Ketua KPK Lilik Pintauli Siregar saat jumpa pers pada Kamis, (9/1).. DON diduga merujuk pada Doni seorang pengacara yang juga caleg PDIP.

Pengajuan ini terkait dengan meninggalnya caleg PDIP dari Sumatera Selatan, Nazarudin Kiemas, pada Maret 2019. PDIP ingin suara Nazarudin, sebagai pemenang Pileg, masuk kepada Harun Masiku.

Gugatan ini dikabulkan MA pada Juli 2019. Dalam putusannya, MA menetapkan partai menjadi penentu suara pada pergantian antar waktu. Nah putusan MA ini menjadi dasar bagi PDIP mengirim surat ke KPU untuk menetapkan Harun Masiku. Tapi, KPU tetap menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin

Pada 13 September 2019, PDIP kembali mengajukan permohonan fatwa ke MA. Kemudian, partai juga mengirim surat penetapan caleg ke KPU pada 23 September 2019.

Untuk memuluskan jalan Harun, Saefulah, seorang swasta, kemudian menghubungi Agustiani Tio Fridelina, mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu. Agustiani kemudian melobi Wahyu Setiawan agar mengabulkan Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih.

Agustiani mengirim dokumen dan fatwa MA kepada Wahyu. Wahyu menyanggupi dengan menjawab, “Siap mainkan.”

Lilik mengatakan untuk membantu penetapan Harun, Wahyumeminta dana operasional Rp 900 juta. (Tem).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here