Home News Komoditas Pangan Berkurang, Masyarakat Diminta Belanja Sewajarnya

Komoditas Pangan Berkurang, Masyarakat Diminta Belanja Sewajarnya

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Usai banjir yang mengepung wilayah Jabodetabek dan Banten surut, keadaan transaksi pasar sudah mulai berjalan dengan normal. Tetapi, pasokan barang pangan di pasar, khususnya Jakarta, terpantau mengalami kekurangan.

Dengan adanya hujan dengan intensitas tinggi yang masih akan menghantui Jabodetabek beberapa hari ke depan, banyak masyarakat yang memutuskan untuk berbelanja ekstra atau menumpuk belanjaan. Hal ini dilakukan guna mengatasi kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Adapun dalam barang-barang komoditas pangan, khususnya sayur dan buah-buahan, penumpukan barang tidak dapat dilakukan.

“Ini (cabai, bawang, dan sayur) mudah rusak. Mau ditahan berapa lama di rumah, tetap rusak, jadi membeli sewajarnya saja,” jelas Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) Abdullah Mansuri, Senin (6/1).

Ia menyatakan, walaupun beberapa komoditas pasar seperti cabai dan bawang, mengalami kekurangan pasokan, masyarakat tidak akan menimbun barang.

“Sebabnya banyak faktor. Tetapi kalau dibilang produksi berkurang, bisa juga. Faktor lain adalah karena hujan. Hujan yang mengguyur sebagian wilayah sehingga mengurangi produksi,” ujar Abdullah saat membahas alasan dibalik kurangnya beberapa komoditas di pasar.

Ketua IKAPPI itu juga berpatokan dengan data tahun lalu. Jika pada tahun lalu, harga cabai sudah tinggi di bulan Mei hingga Juli. Pada tahun ini, awal tahun saja harga cabai sudah mahal. Mengenai jangka waktu berkurangnya beberapa komoditas di pasar, Abdullah tidak dapat memastikannya. Ia mengatakan hal itu bergantung pada pasokan komoditas tersebut.

“Tergantung dengan pasokannya. Pasokan dipenuhi atau tidak, normal atau tidak. Kalau pasokan kembali normal dalam beberapa hari ini, kurangnya stok pasar tidak akan bertahan lama,” imbuhnya. Namun, Ia menilai jika pasokan komoditas pasar tetap sama alias berkurang, harga masih akan tinggi. (Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here