Home News KLHK Perkuat Kerjasama Iptek di Sumatera Utara

KLHK Perkuat Kerjasama Iptek di Sumatera Utara

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dalam rangka membahas draft Nota Kesepahaman (NK) kerjasama.

Dari hasil pertemuan yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, baru-baru ini, disepakati kerjasama yang akan dijalankan tentang Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi serta Penerapan IPTEK. Selain itu ada beberapa pasal dalam draft NK yang perlu diperbaiki, di antaranya tentang kedudukan, tujuan dan maksud kerjasama, pembiayaan, jangka waktu, pendelegasian wewenang, proses perpanjangan NK, dan pengaturan detail pelaksanaan.

Sekretaris BLI Sylvana Ratina, menyampaikan, di BLI ada sekitar 230 kerjasama, dan banyak output litbang yang sudah dihasilkan. Dengan berbagai kerjasama tersebut, sasaran indikator kinerja instansi bisa saling mengisi baik dari sisi anggaran mapun dari programnya. “Di Sumatera Utara ini kerjasamanya akan diprioritaskan untuk mendukung pariwisata di Danau Toba,” ujar Sylvana.

Sylvana juga menyampaikan bahwa rencana kerjasama yang diinisiasi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH) ini akan dibahas lebih lanjut karena kerjasama ini terkait dan mendukung salah satu prioritas nasional.

Di Sumut ini, kami BLI juga punya Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu Balitbang LHK Aek Nauli. Sehingga nantinya kalau NK sudah selesai, Balitbang LHK Aek Nauli bisa membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk bekerjasama dengan Dinas-Dinas terkait di lingkup Prov. Sumut, seperti Dinas Kehutanan dan Balitbangda, tambah Sylvana.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH), Dwi Sudharto, menyampaikan bahwa inisiasi kerjasama ini dilatarbelakangi oleh keinginan bersama untuk memperbaiki Kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba.

Ada banyak potensi yang bisa dikerjasamakan, terutama dalam hal penyebaran produk-produk hasil litbang seperti asap cair pengganti pestisida, arang kompos, dan madu. Selain itu dapat dilakukan penanaman jenis-jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK) seperti aren untuk bioethanol, kemenyan untuk dibuat parfum, macadamia, pinus, kapur, dan jernang.

Menyambut baik kerjasama tersebut, Kepala Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Pemprov. Sumut, Jhony Irwanto, menyampaikan bahwa rapat ini dilakukan untuk membahas draft NK secara detail per pasal supaya bisa didapatkan kesamaan persepsi. “Kerjasama ini perlu dilakukan karena Pemrov. Sumut memang butuh alih terknologi dari BLI dengan SDM yang sudah diakui kepakarannya,” ujar Jhony.

Di akhir pertemuan, masing-masing pihak menyampaikan harapannya agar hasil kerjasama ini nanti bukan sekedar dokumen NK dan PKS saja, tapi bisa menghasilkan teknologi dan produk yang bisa langsung diterapkan untuk kemanfaatan dan kesejahteraan masyarakat. (Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here