Home News Ketika para jenderal polisi sesalkan arogansi Brimob ke wartawan

Ketika para jenderal polisi sesalkan arogansi Brimob ke wartawan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Wartawan kantor berita Antara, Ricky Prayoga dianiaya oleh sejumlah anggota Brimob saat berada Jakarta Convention Centre (JCC). Sejumlah pihak mendesak anggota arogan Briptu Adam diberi saksi berat.

Kepala Divisi Pemberitaan Umum LKBN Antara Erafzon Saptiyuda memprotes keras aksi kekerasan yang dilakukan oknum Brimob terhadap jurnalis.

“Kami tidak terima diperlakukan seperti itu dan siap melayangkan surat protes resmi kepada pimpinan Polri serta meminta oknum polisi yang melakukan kekerasan ditindak,” tegasnya.

Kepala Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri, Irjen Murad Ismail, mengakui anak buahnya melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas pengamanan Minggu lalu. Menurut Murad, perbaikan pola pikir anggota Brimob masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi institusinya.

“Anak buah saya itu tidak semua otaknya lurus juga. Ada yang bengkok-bengkok, ini nanti kami luruskan,” kata Murad di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (19/6).

Terkait insiden kekerasan terhadap wartawan Antara, Murad juga menyebut anak buahnya tidak dapat menahan emosi saat melihat tingkah aneh Ricky. Dia juga berdalih para anggota Brimob sudah kelelahan dalam menjalankan tugas.

“Sama anggota itu, kalau kalian tidak menunjukkan sikap yang aneh-aneh, anggota tak akan macam-macam. Anggota kalau sudah bertugas dua sampai tiga jam itu capek. Dia capek? Terus ada yang bertingkah, pasti dia marah,” ujarnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengatakan, empat anggota Brimob melakukan kekerasan terhadap Ricky tengah menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya.

“Kalau nanti terbukti yang bersangkutan, dilakukan sanksi tegas. Kami akan berikan sanksi tegas kepada anggota,” terang Iriawan.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigjen Rachmat Mulyana prihatin atas kekerasan yang dilakukan oleh anggota Brigade Mobile terhadap salah satu wartawan.

“Saya turut prihatin dan menyesalkan sikap oknum anggota Brimob yang telah melakukan kekerasan terhadap seorang wartawan,” ujar Rachmat dilansir dari Antara.

Menurut Rachmat, Polri akan menindak tegas setiap anggota Polri termasuk anggota Brimob yang melakukan tindak kekerasan kepada siapa pun tanpa memandang profesi.

“Jika ada anggota polisi termasuk anggota Brimob yang arogan terhadap siapa pun termasuk wartawan, tentu akan ditindak tegas. Negara kita negara hukum sehingga harus diproses,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Agung Sabar Santoso menyayangkan kasus kekerasan yang dilakukan oknum anggota Brimob. “Saya menyayangkan hal ini,” katanya dikutip dari Antara.

Dia berharap tidak ada kasus kekerasan atau sikap yang arogan yang ditunjukan oleh anggotanya kepada wartawan di provinsi berbasis kepulauan itu. “Alhamdulilah, hubungan Polisi dan wartawan di daerah ini baik-baik saja sampai sejauh ini,” tuturnya.

Terkait peristiwa tersebut, sudah dilakukan pertemuan antara pimpinan Brimob dalam hal ini diwakili Wadansat Brimob Polda Metro Jaya AKBP Heru, Karopenmas DivHumas Mabes Polri Brigjen Rikwanto, korban Ricky Prayoga. Pertemuan digelar di Kantor Berita Antara, Jakarta Pusat.

“Briptu Adam dan 4 rekannya saat ini sedang dilakukan pemeriksaan internal di kesatuan Brimob PMJ,” ungkap Rikwanto kepada merdeka.com, Senin (19/6).

Briptu Adam dan 4 rekannya, lanjut Rikwanto, tengah dijatuhi hukuman disiplin. “Nantinya akan di jatuhi hukuman disiplin.”

Sebelumnya, sejumlah anggota Brimob yang mengamankan turnamen Bulutangkis BCA Indonesia Open 2017 melakukan kekerasan terhadap wartawan Antara Yoga saat antri di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) pada Minggu (18/6). (Mer).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here