Home News Kementerian BUMN Bakal Rombak Manajemen Asabri Tahun Ini

Kementerian BUMN Bakal Rombak Manajemen Asabri Tahun Ini

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengungkap rencana untuk merombak jajaran manajemen PT Asabri (Persero).

“Ya, pasti (akan ada perombakan) saya kira,” kata Kartika saat ditanyakan kemungkinan perombakan manajemen di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1).

Kendati demikian, Kartika masih belum dapat menjelaskan secara detail terkait perombakan tersebut. Hanya saja, ia memastikan perombakan dilakukan pada tahun ini.

“(Perombakan) tahun ini,” ungkapnya singkat.

Kartika pun masih enggan dalam merinci sisi manajemen apa saja yang akan dirombak dalam perseroan pelat merah itu. Saat ini, ia mengaku masih mendiskusikan terkait persoalan tersebut dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Ini masih diskusi dengan Pak Menteri (Erick),” tuturnya.

Panggil Direksi Asabri

Terkait persoalan keuangan perusahaan, ia mengatakan Kementerian BUMN akan memanggil beberapa jajaran direksi dari Asabri untuk mengidentifikasi lebih lanjut.  Rencananya, pemanggilan akan dilakukan pada akhir minggu ini.

“(Akan dipanggil) akhir minggu ini mungkin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kartika pun membenarkan terdapat kerugian dari portofolio sisi saham Asabri. Kendati demikian, jumlah kerugian masih dalam penghitungan.

“Iya ini sedang kita kaji, sedang kita lihat karena kan nilai (kerugian) nya bergerak terus,” ujarnya.

Kartika, juga menjelaskan bahwa perusahaan asuransi tersebut telah merugi sejak lama. Hanya saja, dia belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dilakukan investigasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami lagi teliti, kami lagi investigasi dengan BPK jadi belum terlihat dari kapannya. Tapi ini sudah cukup lama,” jelasnya.

Ia menuturkan, kerugian yang dialami oleh Asabri diduga karena adanya saham gorengan yang masuk dalam portofolio perusahaan.

“Ya, itu nama-nama yang sudah beredar itulah nama-nama sahamnya, kan sudah pada tahu juga,” ucapnya.

Sebagai informasi, Asabri adalah perusahaan asuransi jiwa bersifat sosial yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan undang-undang dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri, dan PNS Kemhan/Polri.

Persoalan di tubuh Asabri diungkap oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD beberapa waktu lalu.

“Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun gitu,” ujar Mahfud di Kantor Kementerian Polhukam, Jumat (10/1).

Asabri sendiri disebut memiliki saham di 12 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham tersebut berpotensi turun sepanjang 2019 hingga Rp7,47 triliun atau 80,23 persen, menjadi Rp1,84 triliun dari awal penghitungan Rp9,31 triliun. (Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here