Home News Kemenparekraf Kejar Penyelesaian Infrastruktur 5 Destinasi Prioritas di 2020

Kemenparekraf Kejar Penyelesaian Infrastruktur 5 Destinasi Prioritas di 2020

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengejar penyelesaian infrastruktur pariwisata untuk pengembangan lima destinasi pariwisata super prioritas di tahun 2020.

Destinasi wisata tersebut adalah Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Likupang dan Mandalika. Kelima destinasi ini dianggap mempunyai potensi yang sangat besar dan harus mendapatkan perhatian serius.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Hengky Manurung mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran yang cukup besar dalam pembangunan dan pengembangan destinasi pariwisata super prioritas.

“Hampir Rp11 triliun untuk membangun infrastruktur. Tidak hanya membangun jalan, kami juga harus berpikir adanya rumah sakit dan juga sumber daya manusia (SDM) untuk melayani wisatawan,” ujarnya pada seminar IDX Channel Economic Outlook bertajuk “Sinergi Membangun Destinasi Pariwisata Prioritas” di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/1).

Hengky melanjutkan, anggaran sebesar kurang lebih Rp11 triliun itu harus diselesaikan tahun ini. Selain itu, Kemenparekraf juga mengembangkan produk dan atraksi wisata di lima destinasi super prioritas agar wisatawan betah berlama-lama di daerah tersebut.

“Orang akan berlama-lama tinggal di daerah itu, tidak hanya dua malam tiga hari. Mungkin bisa empat malam lima hari. Itu yang harus kita kuatkan,” jelasnya.

Hengky menuturkan, pemasaran juga sudah gencar dilakukan sejak awal tahun baik melalui digital maupun offline. Selain itu, Kemenparekraf juga melakukan promosi melalui pameran pariwisata yang sudah dijadwalkan.

“Sekarang kita lebih mengejar cara agar turis tinggal lebih lama, sehingga mereka mengetahui budaya dan merasakan adventure tourism. Sehingga mereka mendapatkan pengalaman yang komplet. Itu strategi yang sedang kita bangun sekarang, tidak hanya kami sebagai pemerintah, tetapi melibatkan seluruh masyarakat, mahasiswa, media, bahkan pemerintah kota dan provinsi ke depannya,” tandasnya. (Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here