Home News Kemenhub – ILUNI FTUI Gelar FGD Strategi Percepatan Industri Maritim Nasional

Kemenhub – ILUNI FTUI Gelar FGD Strategi Percepatan Industri Maritim Nasional

0
SHARE
Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis

Matanurani, Jakarta – Kementerian Perhubungan bersama Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai strategi percepatan pemberdayaan industri kemaritiman nasional.

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis mengatakan, FGD ini bertujuan untuk meningkatkan asas cabotage di Indonesia, dalam perspektif peran pelayaran niaga dan pelayaran rakyat, peran galangan, industri komponen lokal dan badan klasifikasi nasional, serta peran sumber daya manusia dan teknologi maritim.

“Focus Group Discussion ini adalah bagian dari komitmen dan konsistensi Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk mendukung kemaritiman Indonesia,” kata Anis di Hotel Borobudur,Jakarta, Senin (25/9).

Sebagai informasi, asas cabotage adalah kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.

Dengan diinisiasinya acara ini, lanjutnya, diharapkan mampu menghasilkan peta jalan dan rekomendasi untuk kemajuan kemaritiman nasional. Khususnya terkait permasalahan yang dihadapi, pemecahan masalah serta langkah-langkah yang dapat diambil oleh pemerintah.

Dia menambahkan, keberpihakan para stakeholder untuk memajukan industri pelayaran niaga maupun rakyat tidak terlepas dari peran pemerintah, untuk memajukan galangan kapal nasional beserta industri komponen lokal nasional.

Peningkatan cabotage ini juga sesuai dengan amanat UU Pelayaran No 17 Tahun 2008 dan Instruksi Presiden No 5 Tahun 2005 tentang pemberdayaan industri pelayaran nasional. Dengan demikian, diharapkan kemandirian dan kedaulatan kemaritiman Indonesia dapat tercapai menuju tujuan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Sehingga kapal yang beroperasi di Indonesia dapat dibangun di galangan kapal dalam negeri oleh insinyur atau tenaga ahli jurusan perguruan tinggi nasional, serta sebanyak-banyaknya menggunakan komponen kapal asli buatan dalam negeri dan diawasi aspek keselamatan dan sertifikasinya melalui badan klasifikasi nasional,” imbuhnya. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here