Home News Kebijakan Relaksasi DNI Bikin Para Pelaku UMKM Merasa Khawatir.

Kebijakan Relaksasi DNI Bikin Para Pelaku UMKM Merasa Khawatir.

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Ikhsan Ingratubun mengatakan kebijakan relaksasi DNI yang mempermudah investasi asing membuat para pelaku UMKM merasa khawatir. Ke-54 bidang usaha yang dikeluarkan dari DNI bisa merambah ke sektor UMKM yang seyogyanya mendapat dukungan pemerintah.

Ikhsan mencontohkan sektor industri padat karya seperti pengupasan umbi-umbian dan percetakan kain. Jika sektor ini dibuka 100% untuk PMA, Ikhsan khawatir UMKM akan kalah saing.

Alasannya, investasi asing punya kecenderungan menggunakan mesin, padahal dua industri ini dicadangkan khusus untuk UMKM sesuai Perpres 44/2016 supaya menyerap tenaga kerja cukup banyak.

Ia berharap dua industri tersebut tidak dilepas 100%, melainkan tetap bermitra dengan UMKM. Ini penting supaya usaha tersebut nantinya tetap bisa bertahan dan bahkan naik kelas karena ada transfer pengetahuan.

“Kami berpandangan relaksasi bisa dilakukan. Namun harus tetap bermitra dengan UMKM atau asosiasi dan organisasi yang membina UMKM di Indonesia,” kata dia seperti dikutip tirto.

Ikhsan juga menyebut pemerintah pernah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid III yang salah satu isinya mendorong usaha produktif dan padat karya lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jika tujuan pemerintah mendorong penguatan UMKM, kata Ikhsan, seharusnya skema investasi dengan kemitraan tidak dihilangkan.

“Kebijakan itu mengatakan memperkuat usaha besar dengan usaha mikro kecil dan menengah. Pertanyaannya, apa iya kalau enggak diharuskan bermitra?” Pungkas Ikhsan. (Tir).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here