Home News Jokowi Minta Suku Bunga Kredit dapat Bersaing di Kisaran 6%

Jokowi Minta Suku Bunga Kredit dapat Bersaing di Kisaran 6%

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta suku bunga kredit dapat bersaing di kisaran 6%. Hal itu dilakukan agar dapat mencapai target peningkatan realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ditargetkan di atas 30% pada 2024.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Kantor Presiden, komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/4/2021). “Terkait dengan tingkat suku bunga, bapak presiden meminta agar suku bunganya bersaing di angka kisaran 6%,” kata Airlangga Hartarto.

Untuk itu, lanjut Airlangga, perlu dibuatkan program yang mampu membuat suku bunga bersaing. Kendati demikian, pemerintah belum memutuskan program seperti apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. “Apakah itu program penjaminan melalui Askrindo, Jamkrindo diperbesar. Apakah juga saat sekarang diberikan subsidi bunga KUR yang reguler, yang normal, di luar dalam penanganan ekonomi nasional (PEN). Itu besarnya setiap tahun biasanya sekita Rp 10 triliun,” ujar Airlangga Hartarto.

Terkait alokasi anggaran PEN, Airlangga mengatakan pihaknya masih akan melihat kembali kebutuhan anggaran yang diperlukan di tahun 2021 ini. Jika program untuk membuat suku bunga dapat bersaing dilakukan melalui program PEN, maka dipastikan akan ada tambahan anggaran.

“Apabila ini kita lakukan, itu ada anggaran-anggaran tambahan yang diperlukan, yang sekarang dialokasikan, seperti misalnya KUR sampai 3% sampai 6 bulan, dan kredit UMKM dengan subsidi selama sampai bulan Juni. Itu dana yang dipersiapkan sekitar Rp 7 triliun,” terang Airlangga Hartarto.

Beberapa perubahan terkait penambahan alokasi anggaran bagi program untuk meningkatkan daya saing suku bunga ini akan dibahas lagi secara internal di jajaran kementerian dan lembaga. “Sehingga tentu ada perubahan-perubahan penambahan yang perlu nanti dibahas lagi secara internal,” ungkap Airlangga Hartarto. (Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here