Home News Jokowi Minta Pemuda Katolik Indonesia Terus Rawat Toleransi Beragama

Jokowi Minta Pemuda Katolik Indonesia Terus Rawat Toleransi Beragama

0
SHARE
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo

Matanurani, Kupang  – Presiden Joko Widodo meminta Pemuda Katolik Indonesia untuk terus merawat toleransi di tengah situasi bangsa yang sedang diusik kebhinekaannya.

Menurutnya, Pemuda Katolik Indonesia adalah generasi emas yang memiliki karakter. Hal ini dikarenakan, Pemuda Katolik Indonesia terus menghasilkan gagasan dan ide besar untuk kesejahteraan rakyat.

“Marilah para Pemuda Katolik Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua, Miangas sampai Pulau Rote jaga dan rawat terus persatuan, toleransi serta perdamaian di negeri Pancasila ini,” kata Joko Widodo dalam petikan rekaman yang diputar dalam seremoni Pembukaan Kongres Nasional XVII Pemuda Katolik 2018 di Kupang, Sabtu (8/12).

Dirinya mengatakan, sebagai generasi muda yang memiliki energi baru, harus bisa menghasilkan ide dan gagasan yang mumpuni untuk membangun bangsa.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Katolik Republik Indonesia Karolin Margaret Natasa mengatakan, sebagai generasi muda, harus terus menjadi bagian dari penjaga dan pengawal Pancasila.

Saat ini menurut Bupati Landak Provinsi Kalimantan Barat itu, situasi politik saat ini sudah sangat mengganggu dan bahkan meresahkan bangsa ini. Pancasila mulai diganggu hanya demi sebuah kepentingan politik pemilu dan pemilu kepala daerah.

Dirinya menambahkan, setiap pemberitaan di media massa kasat mata terlihat jelas kalau Pancasila sedang diganggu. Untuk itu, sebagai bagian dari komponen bangsa, Pemuda Katolik Indonesia harus mengambil peran sebagai penjaga dan pengawal NKRI yang berlandas Pancasila.

“Kita tak perlu ragu dan takut untuk menjaga dan mengawal Pancasila sebagai dasar negara. Hanya Pancasila yang bisa memberi jaminan masa depan bangsa ini,” katanya.

Di waktu yang bersamaan, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Adrianus Nae Soi memgaku, Pemuda Katolik sebagai bagian dari pemuda Indonesia yang punya sejarah ikut memperjuangkan kemerdekaan negara ini. Di titik itu setiap Pemuda Katolik harus ikut ambil bagian dalam aksi nyata pembangunan bangsa dan daerah

“Pancasila mulai diganggu, azas negara mulai mundur. Pemuda Katolik harus tetap merawat dan menjunjung tinggi toleransi. Peganglah prinsip katolik dan prinsip-prinsi kebangsaan di tengah gejolak yang ada. Tetaplah teguh dalam iman dan kuat dalam pencobaan,” kata Wakil Gubernur.

Dalam seremoni itu hadir juga Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Herman Heri, Ketua DPRD NTT H Anwar Pua Geno dan sejumlah pimpinan ormas antara lain GP Ansor NTT dan sejumlah undangan lainnya.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here