Home News Jokowi Klaim Kasus Aktif Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia

Jokowi Klaim Kasus Aktif Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim kasus aktif corona virus disease (COVID-19) di Indonesia jauh lebih rendah dibanding rata-rata kasus aktif di dunia. Jokowi berharap pemerintah dan masyarakat bisa bersama sama menekan angka ini.

“Per 22 November 2020 rata-rata kasus aktif Covid-19 di seluruh Tanah Air ini 12,78 persen. Ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yaitu 28,41 persen. Ini sudah baik,” kata Jokowi di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (23/11).

Pun dengan tingkat kesembuhan, orang nomor satu di Indonesia ini menyatakan angka kesembuhan Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia. Ia mencatat tingkat kesembuhan di Indonesia saat ini sebesar 84,03 persen.

“Ini juga lebih baik, angka kesembuhan dunia yang mencapai 69,20 persen. Ini agar terus kita perbaiki terus,” beber Jokowi.

Dikutip dari Worldometers tercatat bahwa jumlah kasus aktif di dunia sebanyak 16.825.223 kasus dari total 58.986.439 kasus secara global.

Dengan angka itu, artinya persentase kasus aktif di dunia tercatat 28,52 persen.

Sementara tingkat kesembuhan dunia sebesar 40.767.527 kasus atau sekitar 69,11 persen.

Adapun kasus aktif adalah total kasus positif dikurangi angka kesembuhan dan meninggal karena Covid-19. Kasus aktif ini yang masih membutuhkan perawatan medis atau setidaknya isolasi bagi pasien tanpa gejala.

Kasus aktif ini penting diketahui lantaran kondisi pasien boleh jadi mengarah pada kesembuhan atau sebaliknya, kematian. Semakin banyak kasus aktif maka bakal berdampak pada meningkatnya angka kesembuhan ataupun lonjakan pada kasus kematian.

Beberapa waktu lalu, Epidemiolog Universitas Griffith Dicky Budiman sempat mengingatkan bahwa kasus aktif Covid-19 di Indonesia sebetulnya bisa jadi jauh lebih banyak daripada yang diumumkan. Musababnya, selama ini banyak kasus tak terdeteksi karena kapasitas testing masih rendah.

“Kita lihat kapasitas testingnya, kasus aktif sedikit ketika juga testingnya sedikit, itu artinya kita enggak berhasil mendeteksi kasus di masyarakat yang membutuhkan perawatan, sebetulnya banyak [kasus aktif] tapi testing kita kurang,” kata Dicky, Jumat (20/11).

Selama pandemi berlangsung di Indonesia, kata Dicky, angka pemeriksaan atau testing Covid-19 belum sekalipun pernah melampaui target WHO. Dengan begitu, ada kemungkinan banyak kasus aktif yang belum ditemukan.

“Klaim keberhasilan karena kasus aktif itu tidak bisa jadi ukuran, karena masih ada kasus kematian, artinya kita bobol, banyak kasus yang tidak terdeteksi secara dini di masyarakat,” tutup dia.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here