Home News ‘Jika OJK Dibubarkan Saat Krisis, Kondisi Bisa Kacau

‘Jika OJK Dibubarkan Saat Krisis, Kondisi Bisa Kacau

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pembubaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ramai disuarakan oleh para politisi. Apa urgensinya dan apa dampaknya jika OJK dibubarkan?

Sejumlah ekonom mempertanyakan apa yang menjadi landasan para politisi untuk membubarkan OJK. Pasalnya, wacana pembubaran OJK bergulir sangat cepat.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah mengatakan, wacana pembubaran OJK itu seharusnya datang dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Saya sempat menanyakan ke beberapa teman di Kemenkeu yang seharusnya merupakan sumber dari gagasan ini. Semua diam.”

“Saya mengira gagasan ini bukan dari Kemenkeu. Walaupun saya paham Kemenkeu memendam kekecewaan terhadap OJK dalam beberapa hal, khususnya terkait bagaimana OJK merespons dampak wabah covid-19,” jelas Piter, Senin (13/7).

Dari kacamata Piter, Kemenkeu saat ini lebih baik untuk fokus kepada pemulihan ekonomi, daripada memunculkan kegaduhan pembubaran OJK.

“Pertanyaan kritis terhadap gagasan pembubaran OJK adalah apa alasannya? Apa urgensinya? Apa manfaatnya?,” Tegas Piter.

Menurut Piter, saat ini sistem perbankan Indonesia masih dalam keadaan baik walaupun dalam tekanan akibat wabah Covid-19. Perbankan justru membutuhkan konsentrasi OJK agar tekanan kepada sistem perbankan bisa diatasi dan perbankan tidak mengalami krisis.

Kebijakan-kebijakan OJK, kata Piter, juga terbukti sudah mampu meningkatkan ketahanan perbankan selama krisis.

“NPL [Non Performing Loan] perbankan masih aman di kisaran 3%. Demikian juga dengan indikator likuiditas Dan profitabilitas. Modal bank juga masih jauh di atas batas aman,” jelas Piter.

“Jadi untuk apa membubarkan OJK? Pembubaran OJK di tengah wabah Covid-19 justru akan memunculkan gejolak bahkan ketidakpastian pasar keuangan yang bisa berdampak negatif terhadap perekonomian,” kata Piter melanjutkan.

Piter sekali lagi menekankan, Indonesia saat ini dalam situasi di ambang krisis. Siapa pun lebih baik jangan bermain-bermain pernyataan yang bisa menimbulkan gejolak pasar. Lebih baik sekarang ini, semua fokus menyelamatkan perekonomian.

Kalau terkait leadership di OJK. Menurut Piter jangan jadi alasan untuk membubarkan OJK. Terlebih pimpinan OJK dipilih sendiri oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Bagaimana mungkin yang kemudian menilai buruk kepemimpinan OJK justru adalah DPR. Lebih tidak elok lagi kemudian dijadikan alasan membubarkan OJK. Yang diburu tikus, tapi yang dibakar lumbungnya,” kata Piter.(Cnb).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here