Home News Intoleransi Bibit Terorisme di Indonesia

Intoleransi Bibit Terorisme di Indonesia

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Direktur Riset Setara Institute, Halili, mengatakan sikap intoleransi menjadi langkah awal terbentuknya perilaku terorisme. Gejala ini tidak terjadi tiba-tiba melainkan karena ada celah di lingkungan masyarakat.

“Terorisme itu bertingkat, tidak serta merta seseorang jadi teroris. Tangga pertama adalah intoleransi,” kata Halili di Resto Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (19/5).

Selain itu, Halili menganggap Indonesia telah membuat kelalaian dalam dunia pendidikan selama 20 tahun. Kelalaian yang dimaksud adalah tidak memproteksi para siswa dari paham-paham radikal.

“Kita memang melakukan kelalaian luar biasa karena tidak memproteksi dunia pendidikan dari virus radikalisasi,” tegasnya.

Setara membuat riset di 171 sekolah menengah atas (SMA) negeri. Hasilnya, 0,3 persen siswa terpapar sikap radikalisme. Kemudian, ada 2,4 persen siswa yang mengalami sikap intoleransi aktif.

Menurutnya, jumlah 0,3 siswa yang terpapar paham radikal dan 2,4 persen yang mengalami sikap intoleransi aktif harus mendapatkan perhatian khusus.

“Dalam konteks terorisme, satu orang itu sudah terlalu banyak. Kita harus fokus pada isu toleransi sebagai hulu terorisme,” tandasnya.(Mer).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here