Home Internasional Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Mitra Non-Tradisional

Indonesia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Mitra Non-Tradisional

0
SHARE
Menlu Retno Lestari Priansari Marsudi memberikan keterangan pers terkait rencana eksekusi mati dua warga negara Australia di Kantor Kemenlu Jakarta, Selasa (17/2). Menlu Retno menyatakan eksekusi mati dua warga Australia yakni Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang tergabung dalam jaringan Bali Nine yang berusaha menyelundupkan heroin seberat 8,2 kg merupakan upaya penegakkan hukum bukan karena sentimen pada negara tertentu. ANTARA FOTO/Andika Wahyu/mes/15.

Matanurani, Jakarta  – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan menteri dari delapan negara dan menandatangani perjanjian untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara-negara mitra non-tradisional.

“Saya kembali gelar pertemuan bilateral tingkat menteri dengan delapan negara, yaitu dengan Armenia, Belanda, Guinea Ekuatorial, Qatar, Maroko, Papua Nugini, Kirgistan, dan Hongaria,” kata Menlu Retno Marsudi, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (28/9).

Pertemuan bilateral tersebut dilakukan Menlu RI di sela-sela jadwal menghadiri pertemuan Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, Amerika Serikat.

Menlu Retno menjelaskan bahwa agenda utama dari delapan pertemuan bilateral itu adalah untuk penguatan kerja sama ekonomi, terutama dengan negara-negara mitra non-tradisional dan mendorong terbentuknya mekanisme kerja sama yang reguler.

“Pertemuan saya dengan Belanda kali ini adalah untuk melakukan tandatangan Nota Kesepahaman mengenai Produksi Bersama Minyak Kelapa Sawit Berkelanjutan,” ujar dia.

Bertindak sebagai wakil dari Pemerintah Belanda dalam pendandatangan nota kesepahaman (MoU) tersebut adalah Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan, Sigrid Kaag.

Kerja sama itu bertujuan untuk mendukung upaya penguatan kapasitas petani sawit skala kecil Indonesia, khususnya dalam memenuhi sertifikasi “Indonesian Sustainable Palm Oil” (ISPO).

Program kemitraan yang diatur pada perjanjian itu, antara lain untuk mendorong produktivitas kelapa sawit berkelanjutan serta upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta meningkatkan kesejahteraan petani sawit skala kecil Indonesia.

Sebagai importir sawit terbesar dari Uni Eropa, Pemerintah Belanda memandang positif penandatanganan MoU itu dan menghargai komitmen Indonesia dalam upaya-upaya peningkatan produksi minyak sawit berkelanjutan.

Belanda mengakui pula nilai ekonomis tinggi sawit serta kontribusinya bagi upaya peningkatan kesejahteraan petani skala kecil Indonesia.

Sementara pada pertemuan dengan Guinea Ekuatorial, Menlu membahas dua agenda utama, yakni tindak lanjut dari pertemuan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue pada 2019 guna mendorong kerja sama minyak dan gas, infrastruktur dan produk industri strategis RI ke Guinea Ekuatorial.

Pada kesempatan itu, Menlu RI dan Menlu Guine Ekuatorial juga menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pembentukan Forum Konsultasi Bilateral. Melalui MoU itu, kedua negara sepakat untuk secara reguler melakukan konsultasi mengenai isu- isu yang menjadi kepentingan bersama.

Terkait pertemuan dengan negara-negara Eurasia, Armenia dan Kirgistan, Menlu Retno menyampaikan bahwa meskipun negara-negara tersebut jauh secara geografis, namun kawasan tersebut memiliki pasar yang cukup menjanjikan bagi produk-produk Indonesia.

Oleh karena itu, Pemerintah RI mendorong pembentukan Perjanjian Perdagangan Bebas
antara Indonesia dan Eurasia yang terdiri atas Rusia, Belarus, Armenia, Kazakhstan dan Kirgistan, yang mencakup pasar dengan populasi 183 juta orang.

Untuk itu, Menlu RI mengundang partisipasi delegasi bisnis Armenia dan Kirgistan pada pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) pada Oktober mendatang.

Dengan Maroko, Menlu RI juga mendorong pembentukan Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dengan Maroko. Dia juga meminta dukungan Maroko untuk membantu BUMN Indonesia, seperti PT WIKA, untuk berpartisipasi pada proyek infrastruktur jalan, perumahan, dan rel kereta api di Maroko.

Dengan Menlu Qatar, Menlu Retno membahas upaya bersama dalam mendorong upaya perdamaian di Afghanistan. (Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here