Home Internasional Hari Autisme Sedunia, dari Klub Imajinasi hingga Para Mutan

Hari Autisme Sedunia, dari Klub Imajinasi hingga Para Mutan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Dunia merayakan hari kebanggaan menjadi autis setiap 18 Juni. Hari austime sedunia ini pertama kali digelar pada 2005 oleh Aspies for Freedom. Sejak itu, acaranya menjadi semakin global dan kini diakui sebagai hari internasional.

Organisasi non-pemerintah lain yang menaruh perhatian besar kepada penyandang autisme, I Can Network memulai kampanyenya di Australia. Kini sudah lebih dari 35 sekolah khusus terdiagnosa autism didirikannya. SD hingga SMA tersebar di Victoria, Queensland dan Tasmania. Dengan harapan, sebentara lagi akan buka cabang baru di New South Wales.

Salah satunya di St James College, Bentleigh. Anak-anak berusia 12-15 tahun setiap hari sebelum kelas dimulai berkumpul dalam satu acara bersama. Biasanya pembimbing mereka akan membuka dengan permainan.

Setiap dua pekan sekali, mereka juga rutin menggelar sesi berbagi pengalaman. Mereka membicarakan hal-hal, seperti tantangan yang mereka hadapi selama bertahun-tahun di sekolah, jenis dukungan yang membantu dan ketertarikan atau kepentingan yang mereka miliki.

Seorang anak berusia 14 tahun mengungkapkan bahwa dia terobsesi dengan komedi tahun 1980-an. Ada juga yang membagikan pengetahuan ensiklopedi tentang pemecatan Perdana Menteri Australia Gough Whitlam. Lainnya menuturkan ketertarikan dengan nomor stasiun dan kode siaran radio gelombang pendek yang pertama kali digunakan dalam Perang Dunia I.

Anak-anak ini dulunya menarik diri dan dikucilkan teman-teman sebaya. Akan tetapi, di sekolah ini, mereka bisa merasa cocok satu sama lain. Bahkan mereka menyebut kelompoknya sebagai yang terbaik (Finest) di St James.

Di sekolah dasar lain, ada kelompok serupa yang menyebut diri mereka klub imajinasi (Imagination Clubs). Pada tingkat ini, belum semua siswa sadar kalau mereka mengidap autisme. Penyakit yang membuat mereka asyik dengan dunianya sendiri. Gejala pada setiap anak berbeda.

Sementara itu, di sekolah menengah atas, semua anggota tahu bahwa mereka memiliki autisme dan salah satu tujuan utama kelompok tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran akan kelainan di komunitas sekolah mereka. Klub-klub autism yang lebih tua di Ringwood ada dengan bangga yang menamai kelompoknya The Mutants.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here