Home Internasional China Cabut Pembatasan Investasi Asing di Sektor Keuangan

China Cabut Pembatasan Investasi Asing di Sektor Keuangan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Pemerintah China memutuskan mencabut sejumlah pembatasan investasi asing di sektor keuangan. Keputusan ini sesuai janji China yang akan mengurangi jumlah sektor usaha yang masuk dalam daftar negatif investasi asing.

Dilansir dari AFP, Minggu (21/7), Komite Pengembangan dan Stabilitas Keuangan China mengatakan pemerintah akan menghapus batasan kepemilikan saham asing pada perusahaan sekuritas, asuransi, dan lembaga pengelolaan dana pada 2020 mendatang atau satu tahun lebih cepat dari yang direncanakan.

“Tidak cuma itu, investor asing juga akan diundang untuk membentuk perusahaan pengelolaan kekayaan (wealth management), pialang mata uang, dan perusahaan pengelolaan dana pensiun,” tulis komite tersebut seperti ditulis di laman resmi bank sentral China.

Lembaga pemeringkat kredit asing, lanjut pernyataan komite itu juga disebut diizinkan untuk mengevaluasi jumlah obligasi dan surat utang jumbo.

Sebelumnya China telah berjanji akan membuka pintu lebih lebar bagi investasi asing. Diketahui, 48 sektor masuk daftar negatif investasi asing di China. Ke depan, sektor tersebut berkurang menjadi hanya 40.

Pencabutan pembatasan investasi asing di China ditempuh usai pertemuan Ekonom Liu He dengan para pemangku kebijakan ekonomi. Pertemuan itu menghasilkan langkah-langkah baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi China, termasuk mencabut pembatasan investasi asing.

Harap maklum, pertumbuhan ekonomi China melemah setelah data dirilis pada 15 Juli lalu. Dalam rilis itu, China mencatat pertumbuhan ekonomi terlemah dalam 27 tahun terakhir, yakni sebesar 6,7 persen.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi China tidak terlepas dari perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang dilepaskan Presiden AS Donald Trump pada Maret 2018. Ketika itu, Trump memaksa China untuk membuka ekonominya dan mempraktikkan perdagangan yang adil.

Namun, kedua negara malah berakhir dengan ketegangan. Raksasa ekonomi dunia itu saling berbalas dengan mengenakan tarif impor selangit. Setelah dampaknya mulai terasa berat, kedua pemimpin akhirnya memutuskan bernegosiasi membicarakan perdagangan.(Afp).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here