Home Internasional CEO Apple Puji Programmer Usia 10 Tahun Asal Indonesia

CEO Apple Puji Programmer Usia 10 Tahun Asal Indonesia

0
SHARE
CEO Apple, Tim Cook bertemu Yuma Soerianto. (Foto: Peter Wells/Twitter)

Matanurani, California – Saat ajang berkumpulnya para pembuat aplikasi yang berlangsung pada konferensi Worldwide Developers Conference (WWDC) di California, Amerika Serikat, (6/6), ada yang mernarik ditemukan disana.

Selain informasi terbaru soal produk dari raksasa teknologi asal AS yang langsung dikemukakan oleh CEO Apple, Tim Cook, ternyata ada seorang programmer cilik asal Indonesia yang turut hadir dalam konferensi tersebut.

Adalah Yuma Soerianto yang bersekolah di Middle Park Primary School, Melbourne, Australia, untuk pertama kali hadir di konferensi WWDC. Yuma, yang asal Indonesia itu sempat bertemu dengan sang CEO sebelum acara berlangsung. Tim Cook terpukau dengan aplikasi ciptaan Yuma yang dibuat dalam perjalanan pesawat dari Melbourne ke Amerika Serikat.

Aplikasi itu dibuat oleh Yuma untuk membantu orang tuanya dalam menentukan harga sebuah barang. Harga ini sudah termasuk harga sesuai penjual lokal dan pajak, serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversi ke mata uang setempat.

Menurut Yuma, aplikasi ini bermanfaat bagi mereka yang pergi berbelanja oleh-oleh dalam perjalanan. “Keren sekali, hebat,” ujar Cook setelah menyaksikan demonstrasi aplikasi dari Yuma, dilansir Australia Plus.

“Dan kamu membuatnya di pesawat dalam perjalanan dari Australia ke AS? Wow. Kamu bisa membuat aplikasi dalam hitungan jam. Saya terkesan. Saya tak sabar melihat karyamu selanjutnya,” lanjut Cook, memuji anak laki-laki berusia 10 tahun tersebut.

Menurut Peter Wells, jurnalis Sydney Morning Herald, Yuma adalah pengembang aplikasi termuda yang hadir dalam WWDC 2017. Yuma tak sendiri ketika terbang ke AS, ia ditemani oleh ayahnya Hendri Soerianto.

Kepada Australia Plus, Hendri memastikan Yuma memang berasal dari Indonesia. “Saya dulu berasal dari Jakarta, dan kami sudah berada di Australia selama delapan tahun. Kami tinggal di Singapura selama ini dan Yuma lahir di sana. Kami pindah ke Australia ketika Yuma berusia tiga tahun.” kata Hendri dalam percakapan email dengan wartawan Australia Plus, Sastra Wijaya.

Yuma mulai suka belajar coding sejak usia enam tahun dan berhasil menciptakan aplikasi pertamanya pada tahun lalu. Saat ini, sudah ada lima aplikasi dari Yuma yang dipajang di App Store, yaitu Let’s Stack, Hunger Button, Kid Calculator, Weather Duck, dan Pocket Poke.

Sebelumnya, Yuma hanya belajar coding dari YouTube, karena menurutnya tidak ada sekolah di Australia yang mengajarkan bagaimana melakukan coding untuk membuat aplikasi. Bahkan, Yuma sekarang sudah punya kanal YouTube sendiri dengan nama ‘Anyone Can Code’. Salut buat Yuma! Semoga bisa menjadi pengembang aplikasi besar nantinya. (Aus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here