Home Internasional Adu Kuat Amazon Versus Alibaba

Adu Kuat Amazon Versus Alibaba

0
SHARE

Matanurani, New York – Pergerakan saham Amazon yang baik sepanjang 2017, mulai digeser popularitasnya oleh Alibaba. Bahkan, saat ini, Alibaba sudah jauh di atas dan menjelma sebagai e-commerce terbesar di dunia.

Tahun ini, saham Amazon naik 30%, sementara Alibaba hampir dua kali lipat, karena perusahaannya terus berpacu dengan nilai US$500 miliar.

Bull selalu mengintai kedua saham ini karena keduanya mendominasi pasar e-commerce di masing-masing negara dan keduanya telah mengembangkan bisnis baru seperti grocery, original content dan cloud.

Perbedaannya adalah bahwa pasar China tumbuh lebih cepat dan beberapa investor melihat Alibaba sebagai proxy untuk pertumbuhan itu. Itulah alasan mengapa raksasa China itu terus mengejar.

Ini juga menarik beberapa nama besar di ruang hedge fund seperti David Tepper dan Dan Loeb untuk membeli sahamnya tahun ini.

Amazon dan Alibaba mendapatkan banyak perhatian dari para analis juga, meskipun Alibaba memiliki keunggulan. Dari 47 pialang yang mengikuti raksasa teknologi China tersebut, tidak ada satupun yang memiliki rating jual. Target harga rata-rata adalah US$197,51, sekitar 15% lebih tinggi dari pada saham saat ini, menurut FactSet.

Di sisi lain, Amazon memiliki satu peringkat dari 44 analis yang mengikutinya dan sekitar 17% dari target harga rata-rata US$1.150,46.

Meski bintang keberuntungan masih terus mengikuti kedua perusahaan ini, kedua juga merupakan saham yang kontroversial di pasar. Terutama Alibaba karena sahamnya belum lama melantai di bursa saham Amerika.

Menurut perusahaan analis keuangan S3 Partners, posisi pendek di Alibaba totalnya hampir US$23 miliar. Tesla, menarik kurang dari separuh bunga yang pendek di angka US$10,4 miliar. Lalu Apple dengan US$7,1 miliar dan AT & T dengan US$6,6 miliar. Netflix dan Amazon diikat hampir US$5 miliar.

Alasan kenapa investor menyukai saham Alibaba hampir sama dengn investor yang tidak menyukainya. Alibaba dipandang sebagai cara untuk bertaruh melawan pertumbuhan ekonomi China dan pasar saham yang lebih luas.

Namun sayangnya, para investor yang tidak memihak Alibaba belakangan mengalami bearish karena sahamnya turun lebih dari US$10 miliar sepanjang tahhun. Sementara sepanjang Agustus saja sudah turun US$2,2 miliar meski sahamnya naik 10%. Meski begitu, Amazon masih akan terus dianggap unggul sejauh ini. (Oke)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here