Home News Ini Konsep Rencana Induk Ibu Kota Baru

Ini Konsep Rencana Induk Ibu Kota Baru

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Pemerintah sedang menyusun rencana induk terintegrasi. Hal ini menjadi salah satu dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN).

Rencana induk ini mencakup infrastruktur jalan, sumber daya air, transportasi, energi listrik, dan jaringan komunikasi, dengan target selesai dan dipresentasikan di hadapan Presiden pada bulan Mei 2020. Rencana ini juga akan menjadi salah satu dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN dan menjadi laporan kepada Badan Otorita yang akan dibentuk dalam waktu dekat.

Melansir dari Instagram KemenPUPR, Jakarta, Sabtu (7/3), Pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air dan jalan sendiri rencananya akan dimulai semester II tahun ini. Konsep rencana induk tersebut akan dimulai dari titik pusat Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP)-IKN dengan luasan 5.000 hektare (ha). Untuk pembangunan infrastruktur di bidang SDA dan jalan, menurutnya akan dimulai pada Semester II Tahun 2020.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengatakan, Kementerian PUPR sedang menyiapkan pengambilan sampling tanah di beberapa titik untuk keperluan pembangunan jalan, dimana jalan provinsi menuju kawasan inti IKN akan diperbaiki seluruhnya.

“Sementara itu Ditjen Bina Konstruksi juga bekerja untuk memastikan rantai pasok untuk bahan baku konstruksi tersedia mencukupi,” katanya.

Sementara itu ditambahkan Danis, Kemenhub tengah menyusun rencana pembangunan Bandara dan Pelabuhan sebagai dukungan transportasi udara dan laut.

“Diharapkan konsep masterplan pelabuhan dan bandara dapat disampaikan pada pekan depan. Hal ini penting untuk menentukan dukungan jalan dan jaringan Kereta menuju pelabuhan dan Bandara,”ucapnya.

Selanjutnya untuk kebutuhan energi, menurut Danis diperkirakan kebutuhan listrik untuk tahap awal IKN mencapai 1,5 giga watt. “Kementerian ESDM akan membuat usulan PLTS dan mikrohidro (master plan) untuk memenuhi kebutuhan 1,5 Giga watt. Termasuk usulan institusi yang bertanggung jawab untuk kelistrikan di IKN, perlu arahan titik-titik pemasangan solar cel atau mikrohidro.

Danis melanjutkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan energi listrik, Kementerian PUPR telah mengembangkan sistem rangka atap untuk pemanfaatan energi solar cell yang diterapkan pada gedung parkir motor di kampus PUPR Jakarta. “Namun diperlukan desain kriteria bangunan untuk penggunakan rangka atap tersebut di IKN nanti,”tuturnya.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here