Home News Holding BUMN Jasa Survei Ditargetkan Jadi Market Leader di ASEAN Pada 2024

Holding BUMN Jasa Survei Ditargetkan Jadi Market Leader di ASEAN Pada 2024

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan holding BUMN jasa survei mampu menjadi top 5 pemimpin pasar (market leader) di Asia Tenggara. Saat ini proses pembentukan holding tengah dikonsolidasikan.

Mimpi pemegang saham tersebut disampaikan Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI/Persero) Rudiyanto. Dia menyebut, target menjadi market leader di ASEAN akan direalisasikan pada 2024 mendatang.

Sebagai calon anggota holding, BKI optimistis keinginan tersebut bisa terwujud. Sebab, dalam integrasi tersebut, kerja sama antara anggota holding mampu meningkatakan strategis bisnis perusahaan.

“Jika kita saling berkolaborasi, mampu menguatkan dan meningkatkan strategi bisnis. Kami optimistis dengan komitmen yang terjaga, BUMN Jasa Survei dapat menjadi top 5 market leader di Asia Tenggara. Hal ini pun menjadi target bersama di tahun 2024,” ujar Rudiyanto, Jumat (30/4).

Senada, Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Bachder Djohan Buddin mengatakan, holding mampu membawa BUMN jasa survei bersaing dengan perusahaan asing lainnya. Sebab, integrasi menguatkan kapasitas dan kapabilitas bisnis perusahaan.

“Sinergi dan kolaborasi ini mampu menguatkan kapasitas dan kapabilitas BUMN jasa survei, sehingga kami optimistis nantinya mampu berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan TIC global,” kata Bachder.

Saat ini, proses pendirian holding memasuki tahap penetapan rancangan peraturan pemerintah (RPP) menjadi peraturan pemerintah (PP). Penerbitan PP akan menjadi payung hukum bagi holding. Bachder mencatat, kertika dasar hukum telah diterbitkan, maka strategi bisnis akan dilakukan.

“Ketika PP telah ditandatangani maka strategi bisnis kita akan dijalankan bersama-sama. Untuk menyiapkan hal tersebut, kita juga telah membentuk PMO (Project Management Office),” katanya.

Project Management Office sendiri bertugas untuk mengintegrasikan BKI, SUCOFINDO dan PT Surveyor Indonesia (Persero).
Saat seluruh aspek dari tiga BUMN jasa survei terintegrasi, manajemen meyakini mampu meningkatkan revenue hingga efisiensi sistem operasional.

Tim PMO sendiri beranggotakan perwakilan masing-masing BUMN Jasa Survei, yang bertugas menginisiasi mulai dari level strategis hingga level pelaksana dalam seluruh aspek pengelolaan dan bisnis perusahaan ketiga anggota holding BUMN jasa survei.

Ketiga manajemen perseroan pun tengah melaksanakan serangkaian sosialisasi persiapan pendirian holding di sejumlah daerah. Sosialisasi sudah dilakdanakam di wilayah Regional Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera, dan Kalimantan. Sosialisasi sendiri sebagai acuan dalam mengintegrasikan kebijakan bersama, serta pemahaman mengenai holding BUMN jasa survei.(Sin).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here