Home News Gara-gara BLT UMKM dari Jokowi Dibisniskan, Bupati Boltim Mengamuk

Gara-gara BLT UMKM dari Jokowi Dibisniskan, Bupati Boltim Mengamuk

0
SHARE

Matanurani, Jakarta –  Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, Sehan Salim Landjar, mengungkapkan kemarahannya gara -gara program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk UMKM khususnya Bantuan Presiden untuk Usaha Mikro (BPUM)  menjadi ajang bisnis perusahaan finansial di daerahnya, yang mengenakab bunga tinggi ke masyarakat penerima BPUM.

Modusnya yakni perusahaan finansial yang menurut Sehan bernama Esta Dana Ventura, merekomendasikan ratusan nama warga Bolaang Mongondow Timur, untuk bisa menerima BLT UMKM sebesar Rp 2.400.000 per orang dari Presiden.

Sambil menunggu usulan itu disetujui, Esta Dana menyalurkan pinjaman kepada setiap nama yang ingin diusulkan jadi penerima BLT UMKM. Besarnya pinjaman Rp 3.400.000, namun yang diterima nasabah hanya Rp 2.700.000, sementara sisanya Rp 700.000 ditahan Esta Dana, dianggap sebagai simpanan nasabah.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun mempertanyakan ke warganya, bagaimana mereka mengembalikan pinjaman itu.

“Nah kewajibannya bagaimana di Esta Dana? (Mereka jawab) dibayarkan pengembaliannya itu, dari uang Rp 2.700.000 dari pinjaman Rp 3.400.000 yang Rp 700.000 dipotong sebagai simpanan di Esta Dana , kewajiban para nasabah itu mengembalikan Rp 250.000 per minggu selama 25 minggu. Itu 25 minggu artinya 6 bulan 1 minggu. Berarti yang dikembalikan (setiap nasabah) total Rp 6.250.000,” ujarnya dalam video yang beredar viral.

Yang membuat Sehan mengamuk, dari total dana yang diterima warga sebesar Rp 2.700.000 itu, harus dikembalikan jadi Rp 6.250.000 atau setara dengan bunga 131 persen.

“Wah saya kaget, berarti uang bantuan Presiden Jokowi untuk menghidupkan usaha ekonomi kecil dan menengah rakyat-rakyat ini yang kena dampak pandemi, uang itu (bahkan) tidak cukup menutupi bunga yang dipinjamkan dari Esta Dana,” ujar Sehan berapi-api.

“Dengan bunga selama 6 bulan 1 minggu itu, kurang lebih 131 persen. Ini akan bikin celaka. Orang-orang ibu-ibu susah ini. karena ketidaktahuan dia dan dia terjepit dengan masalah modal. Dia iya iya saja,” imbuhnya.

Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Salim Landjar, mendapati fakta menyedihkan yang dialami rakyatnya itu, pada Senin (21/12). Saat itu menurutnya, dia sedang keliling bersama Kapolres membagi-bagikan bantuan masker dari Kapolda Sulawesi Utara. Saat itulah dia menerima laporan dari Kapolres, ada kerumunan di BRI Kotabunan.

Dia pun mengecek untuk memastikan warga di BRI Kotabunan itu mematuhi protokol kesehatan dan mengenakan masker. “Alhamdulillah mereka pakai masker. Saya tanya, ini ibu-ibu semuanya, ada apa? Mereka bilang mau terima bantuan dari Presiden (BLT UMKM),” tutur Sehan. (Kum).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here